Peringati Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Dorong Permainan Tradisional untuk Lindungi Anak

AKURAT JAKARTA - Permainan tradisional kembali menjadi sorotan pada peringatan Hari Anak Nasional 2026.
Di tengah semakin besarnya pengaruh gawai dan media sosial terhadap kehidupan anak, pemerintah menilai permainan warisan budaya tersebut bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana penting untuk membangun karakter sekaligus mengurangi ketergantungan anak pada aktivitas digital.
Melalui kampanye yang kembali digelar tahun ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengajak orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah menghadirkan lebih banyak ruang bermain yang aman bagi anak.
Langkah ini diharapkan menjadi alternatif positif agar kamu tidak hanya bergantung pada layar gawai dalam mengisi waktu luang.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan kampanye permainan tradisional sebenarnya telah dimulai sejak peringatan Hari Anak Nasional tahun sebelumnya.
Menurutnya, membatasi penggunaan gawai saja tidak cukup jika anak tidak diberikan pilihan kegiatan lain yang sama menariknya.
Sejak 2025, pemerintah juga telah meminta pemerintah daerah menyediakan permainan tradisional yang disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing wilayah.
Setiap daerah memiliki permainan khas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan pendidikan karakter yang diwariskan dari generasi ke generasi.
"Filosofinya apa? Kami melihat bahwa filosofi dari permainan tradisional ini sebagai penanaman karakter anak Indonesia," kata Arifah, Selasa (21/7/2026).
Menurut Arifah, berbagai permainan tradisional mengajarkan banyak keterampilan sosial yang sulit diperoleh jika anak terlalu sering bermain sendiri melalui perangkat digital.
Baca Juga: Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia 2026, Lionel Messi sebut Sakitnya Sangat Dalam
=====
Anak belajar bekerja sama, menghargai teman, bersabar menunggu giliran, menerima kekalahan dengan sportif, hingga membangun rasa kebersamaan tanpa memandang latar belakang.
"Apa pun agamanya, mau kelas dari mana pun, mereka tetap bermain bersama-sama. Ini tanpa kita sadari kita sedang menanamkan nilai-nilai kebersamaan," ujarnya.
Di sisi lain, Arifah mengingatkan bahwa banyak orang tua masih beranggapan anak berada dalam kondisi aman selama lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Padahal, menurutnya, ancaman terhadap anak kini justru banyak berasal dari ruang digital yang dapat diakses kapan saja melalui telepon pintar.
"Sebetulnya bahaya sedang mengintai karena kejahatan-kejahatan itu ada di genggaman anak kita," tambahnya.
Ia mengaku kerap menanyakan kepada para orang tua apakah mereka mampu mengawasi seluruh aktivitas digital anak selama 24 jam.
Jawaban yang diterimanya hampir selalu sama, yakni tidak ada yang mampu melakukan pengawasan secara terus-menerus.
Karena itu, perlindungan anak tidak bisa dibebankan kepada keluarga saja.
Pemerintah menilai diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar anak memperoleh lingkungan yang aman, sehat, sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka.
Arifah juga menyoroti tingginya kasus kekerasan yang dipicu penggunaan media sosial tanpa pengawasan.
=====
Dampaknya tidak hanya berupa perundungan secara daring, tetapi juga gangguan kesehatan mental yang sering kali luput dari perhatian orang tua.
"Padahal sekarang ini angka kekerasan berdasarkan penggunaan media sosial yang tidak diawasi sangat tinggi angkanya. Bahkan anak-anak yang terganggu kesehatan mentalnya, kesehatan jiwanya, karena dia mendapatkan perundungan sekarang online dan orang tua tidak melihat perubahan itu," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Napoli vs Bodo/Glimt di UCL, 21 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Tengah Ancaman Kejutan Tim Norwegia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


