Anak Tiba-Tiba Jadi Pendiam? Psikologi Ungkap Bisa Jadi Tanda Bahaya di Dunia Digital

AKURAT JAKARTA - Perubahan perilaku anak sering kali dianggap sebagai bentuk kenakalan atau fase remaja.
Padahal, perubahan tersebut bisa menjadi sinyal bahwa anak sedang menghadapi tekanan, termasuk ancaman di ruang digital yang belum mampu mereka ungkapkan.
Fenomena ini semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya penggunaan internet oleh anak-anak.
Ketika mengalami perundungan, intimidasi, atau menjadi sasaran predator daring, banyak anak tidak mampu menceritakan apa yang dialaminya.
Sebaliknya, mereka menunjukkan perubahan perilaku yang sering disalahartikan oleh orang tua.
Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai cry for help behavior, yaitu perilaku yang menjadi cara anak meminta pertolongan ketika belum mampu mengungkapkan perasaannya secara langsung.
Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog mengatakan perubahan perilaku dapat menjadi salah satu tanda awal anak sedang menghadapi ancaman di ruang digital.
Menurut psikolog yang akrab disapa Romy itu, anak yang mengalami masalah di dunia maya cenderung menjadi lebih tertutup, sering menyembunyikan layar gawai, memiliki teman daring yang dirahasiakan, serta tampak takut ketika ditanya mengenai aktivitasnya di internet.
Romy menjelaskan kondisi tersebut bukan berarti anak berperilaku nakal.
Menurutnya, secara psikologis anak belum siap dan belum memiliki kemampuan yang memadai untuk melindungi dirinya di ruang digital.
Perubahan perilaku yang muncul juga menjadi tanda bahwa anak sedang mengalami konflik batin dan kesulitan mengungkapkan rasa tidak aman.
Ia menambahkan, kemampuan anak dalam mengenali risiko dan mengelola emosi masih berkembang.
Karena itu, anak belum mampu mendeteksi maupun menghindari ancaman digital secara optimal.
Kondisi ini dimanfaatkan predator daring yang biasanya mendekati korban secara perlahan sehingga anak tidak menyadari dirinya sedang berada dalam situasi berbahaya.
Karena itu, Romy menilai pencegahan tidak bisa ditunda.
=====
Orang tua dan sekolah perlu mendampingi anak, membangun komunikasi yang aman, membuat aturan penggunaan gawai yang konsisten, serta peka terhadap perubahan perilaku anak.
Menurutnya, perlindungan anak di dunia digital harus dimulai dari rumah.
Anak yang merasa aman bersama keluarganya akan lebih berani bercerita ketika menghadapi masalah sehingga risiko menjadi korban kejahatan digital dapat diminimalkan.
Implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), lanjut Romy, juga membutuhkan dukungan orang tua, sekolah, dan masyarakat agar perlindungan anak di ruang digital dapat berjalan lebih efektif.
Pada akhirnya, perubahan perilaku anak sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai kenakalan.
Dari perspektif psikologi, sikap tersebut bisa menjadi "cry for help" atau cara anak meminta pertolongan ketika menghadapi ancaman yang belum mampu mereka ungkapkan dengan kata-kata. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Napoli vs Bodo/Glimt di UCL, 21 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Tengah Ancaman Kejutan Tim Norwegia
- 8Prediksi Skor FC Porto vs PSV Eindhoven di UCL, 21 Oktober 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman bagi Tim Tamu
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





