Psikologi Ungkap Bahaya Konten Bigmo Libatkan Anak Promosi Vape yang Jarang Dibahas

AKURAT JAKARTA - Kemunculan anak-anak dalam konten promosi rokok elektrik atau vape bukan hanya menjadi persoalan pelanggaran aturan platform digital.
Di balik kasus tersebut, terdapat dampak psikologis yang dapat memengaruhi cara anak-anak lain memandang perilaku berisiko di kehidupan sehari-hari.
Kasus ini mencuat setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melayangkan surat teguran pertama kepada YouTube menyusul ditemukannya siaran langsung yang menampilkan promosi vape dengan melibatkan anak-anak.
Pemerintah memberi waktu tiga hari kepada platform tersebut untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
Perhatian utama bukan hanya tertuju pada konten yang dibuat oleh kreator, melainkan juga pesan yang dapat diterima oleh jutaan penonton, terutama anak-anak.
Dalam psikologi, kondisi ini dapat dijelaskan melalui Social Learning Theory yang diperkenalkan psikolog Albert Bandura.
Teori tersebut menjelaskan bahwa anak belajar melalui observasi terhadap perilaku orang lain.
Mereka tidak harus mengalami langsung suatu tindakan untuk menganggapnya sebagai sesuatu yang layak dilakukan.
Ketika melihat figur populer atau orang lain memperoleh perhatian, hiburan, atau keuntungan dari suatu perilaku, anak dapat menganggap perilaku tersebut sebagai sesuatu yang normal.
Pada kasus promosi vape, kehadiran anak dalam konten berpotensi memberikan pesan implisit bahwa produk tersebut bukan sesuatu yang berbahaya atau terlarang.
Baca Juga: Sepekan Pasca Bentrokan Maut, Aktivitas Warga dan Sekolah di Matraman Dalam Mulai Kembali Normal
Padahal, produk rokok elektrik ditujukan untuk orang dewasa dan memiliki risiko terhadap kesehatan.
Fenomena lain yang juga muncul adalah normalisasi.
Dalam psikologi sosial, paparan berulang terhadap suatu perilaku dapat mengubah persepsi masyarakat mengenai apa yang dianggap wajar.
Semakin sering seseorang melihat suatu tindakan di media sosial, semakin besar kemungkinan tindakan tersebut dipersepsikan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bagi anak-anak yang masih berada dalam tahap perkembangan kognitif dan sosial, kemampuan membedakan antara konten hiburan, promosi, dan perilaku yang aman belum sepenuhnya matang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 5Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Bayern Munich vs Union Berlin di Bundesliga, 19 September 2026: Mampukah Die Eisernen Tahan Gempuran Tuan Rumah?
- 8Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






