Dunia Kerja Berubah, UMY Padukan Ilmu Pemerintahan dan AI dalam Satu Program Bertajuk "Satu Kuliah, Dua Ijazah"

AKURAT JAKARTA - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga mulai mengubah wajah pendidikan tinggi.
Jika selama ini ilmu pemerintahan identik dengan kebijakan publik, administrasi, dan politik, kini mahasiswa juga dituntut memahami teknologi untuk menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin digital.
Perubahan tersebut terlihat dari langkah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang menghadirkan program double degree antara Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Program Studi Kecerdasan Buatan (AI).
Mulai angkatan 2026, mahasiswa berkesempatan meraih dua gelar sekaligus, yakni Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P.) dan Sarjana Komputer (S.Kom.), tanpa biaya tambahan.
Program ini mencerminkan tren baru di dunia pendidikan, yaitu menggabungkan kompetensi lintas disiplin agar lulusan tidak hanya memahami teori pemerintahan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dalam menyusun kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY, Dr. Awang Darumurti, menjelaskan bahwa pelayanan publik telah mengalami perubahan besar seiring berkembangnya teknologi digital.
"Pelayanan publik saat ini tidak lagi hanya berfokus pada administrasi, tetapi telah bertransformasi menjadi layanan digital yang memanfaatkan data dan teknologi AI untuk menghasilkan kebijakan serta pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan cerdas," jelas Awang.
Melalui kolaborasi dengan Program Studi AI di Fakultas Teknik, mahasiswa akan mempelajari tata kelola pemerintahan sekaligus memperoleh keterampilan dalam analisis data, pengembangan aplikasi pemerintahan digital, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa kemampuan teknologi bukan lagi kebutuhan eksklusif mahasiswa teknik.
Di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, kemampuan membaca data dan memahami AI mulai menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum yang menempatkan AI dan analisis data sebagai keterampilan dengan pertumbuhan kebutuhan paling cepat.
Di sisi lain, kemampuan berpikir analitis, beradaptasi, dan berkolaborasi tetap menjadi kompetensi utama yang dicari dunia kerja.
UMY melihat perubahan tersebut sebagai peluang untuk memperluas prospek karier lulusannya.
Dengan bekal dua bidang keilmuan, lulusan diharapkan lebih siap menghadapi transformasi digital yang kini terjadi di berbagai institusi.
"Prospek lulusan program ini sangat luas. Organisasi pemerintah maupun swasta membutuhkan sumber daya manusia yang memahami kebijakan publik sekaligus teknologi digital," ungkap Awang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Bayern Munich vs Union Berlin di Bundesliga, 19 September 2026: Mampukah Die Eisernen Tahan Gempuran Tuan Rumah?
- 8Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






