Jakarta

Kamera Mahal Bukan Lagi Syarat, Lomba Foto Satwa di Taman Safari Ini Buka Kesempatan untuk Pemula

Anggerhana Denni Rahmawati | 12 Agustus 2026, 16:45 WIB
Kamera Mahal Bukan Lagi Syarat, Lomba Foto Satwa di Taman Safari Ini Buka Kesempatan untuk Pemula
Ilustrasi lomba foto satwa. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Kompetisi fotografi satwa selama ini mungkin identik dengan kamera profesional dan perlengkapan fotografi mahal.

Namun, anggapan tersebut perlahan berubah dalam International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 yang digelar Taman Safari Indonesia.

Pada penyelenggaraan ke-35, kompetisi bertema “From Lens to Legacy” tersebut justru membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat.

Peserta tidak harus menggunakan kamera profesional untuk menghasilkan karya dan mengikuti perlombaan.

Taman Safari Indonesia memperbolehkan peserta menggunakan berbagai perangkat, mulai dari smartphone, action camera, kamera 360, hingga kamera profesional.

Perubahan ini membuat kompetisi fotografi satwa semakin mudah diakses, termasuk bagi kamu yang baru pertama kali mencoba mengabadikan satwa melalui kamera ponsel.

Chief Marketing Officer (CMO) Taman Safari Indonesia, Alexander Zulkarnain, mengatakan perkembangan teknologi membuat perangkat untuk menghasilkan konten visual kini semakin beragam.

"Kita juga memahami seperti halnya teman-teman tercinta ini, bahwa teknologi sekarang kan bukan hanya menggunakan kamera-kamera yang profesional, tapi juga kamera-kamera smartphone ataupun, apa three sixty yang seperti ini, ataupun action camera untuk membuat konten," ucap Alexander.

Keterbukaan terhadap berbagai perangkat tersebut sejalan dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam IAPVC.

Pada 2022, kompetisi ini diikuti 2.998 peserta dengan 8.789 karya.

Baca Juga: Akses ke Lahan Bekas TPS Liar Kramat Jati Ditutup Total, Dijaga dan Diawasi Personel Satpol PP DKI

Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 9.115 peserta dan 26.291 karya pada 2025.

Besarnya peningkatan tersebut menunjukkan bahwa fotografi dan videografi satwa tidak lagi menjadi aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh kalangan profesional.

Perangkat yang sehari-hari berada di tangan masyarakat pun dapat digunakan untuk menangkap cerita tentang satwa dan lingkungan.

Perubahan akses tersebut juga terlihat dari rangkaian photo hunting IAPVC 2026 bertema "Mata yang Berbicara" di Taman Safari Bogor pada 8-9 Agustus 2026.

Sebanyak 300 peserta mengikuti kegiatan pada masing-masing hari.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.