Jakarta

Indonesia Kekurangan 464 Ribu Guru, P2G Desak 200 Ribu PPPK Diangkat Otomatis

Anggerhana Denni Rahmawati | 21 Agustus 2026, 18:45 WIB
Indonesia Kekurangan 464 Ribu Guru, P2G Desak 200 Ribu PPPK Diangkat Otomatis
Ratusan ribu kelas kekurangan guru, P2G minta pemerintah segera angkat PPPK.

AKURAT JAKARTA - Rencana pemerintah dan DPR mengangkat guru PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu serta membuka peluang PPPK Penuh Waktu menjadi PNS mendapat apresiasi dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).

Namun, P2G menilai kebijakan tersebut tidak seharusnya berhenti pada rencana.

Pemerintah dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) didesak segera mengangkat sekitar 200 ribu guru PPPK Paruh Waktu secara otomatis menjadi PPPK Penuh Waktu.

Desakan itu muncul di tengah persoalan yang lebih besar.

Indonesia disebut masih kekurangan sekitar 464 ribu guru PNS di sekolah negeri, sementara lebih dari 250 ribu kelas tidak memiliki guru.

Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan persoalan tata kelola guru di Indonesia selama ini sudah terlalu kompleks.

“Ini adalah upaya nyata mengurai satu persatu benang kusut tata kelola guru yang dialami Indonesia sejak era sebelumnya,” kata Satriwan dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut dia, persoalan guru mencakup lima aspek, yakni kesejahteraan, kompetensi, rekrutmen, distribusi, dan perlindungan.

Rencana pengangkatan PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu hingga peluang menjadi PNS dinilai dapat membantu menyelesaikan persoalan rekrutmen, distribusi, dan kesejahteraan.

P2G menyoroti dampak kekurangan guru yang sudah dirasakan sekolah di berbagai daerah, bahkan di kota besar seperti Jakarta.

Baca Juga: Tiket Kereta Tak Harus Hangus Saat Rencana Berubah, Ini Cara Mengurusnya

Kekosongan tenaga pendidik membuat guru yang tersedia harus menanggung beban mengajar hingga 40 sampai 50 jam pelajaran setiap minggu.

Kondisi tersebut juga memunculkan persoalan lain, yakni ketidaksesuaian antara kompetensi guru dan mata pelajaran yang diajarkan.

“Bagaimana anak mendapatkan materi yang bermutu, pelajaran bahasa Indonesia diajar oleh guru olahraga, kekurangan guru agama diajar oleh guru seni rupa. Pembelajaran yang tak memenuhi syarat kompetensi. Inilah fakta yang terjadi di Indonesia sekarang,” kata Satriwan.

P2G menilai masalah ini tidak bisa dibiarkan karena kekosongan guru dapat memengaruhi kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan nasional.

P2G meminta pemerintah mengangkat otomatis 200 ribu guru PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu dengan masa kerja hingga usia pensiun 60 tahun.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.