Jakarta

Bukan Sekadar Ruang Kelas, Sekolah Bisa Jadi Jalan Anak Pulih dari Trauma Gempa

Anggerhana Denni Rahmawati | 23 Agustus 2026, 21:45 WIB
Bukan Sekadar Ruang Kelas, Sekolah Bisa Jadi Jalan Anak Pulih dari Trauma Gempa
Ilustrasi sekolah rusak akibat gempa.

AKURAT JAKARTA - Gempa tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan.

Bagi anak-anak yang mengalaminya, bencana juga dapat mengubah rasa aman, rutinitas, hingga cara mereka memandang lingkungan di sekitarnya.

Karena itu, ketika kegiatan belajar kembali dibuka setelah bencana, yang dipulihkan sebenarnya bukan hanya pendidikan.

Anak-anak juga mendapatkan kesempatan untuk kembali menjalani aktivitas yang familiar.

Hal inilah yang terlihat dalam langkah Kementerian Agama (Kemenag) menangani dampak gempa Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kemenag menyalurkan 1.000 paket perlengkapan sekolah dan menyediakan 16 ruang belajar sementara agar kegiatan pembelajaran tetap berlangsung.

Dalam psikologi, manusia cenderung membutuhkan rutinitas setelah mengalami peristiwa yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Rutinitas memberikan struktur dan membantu seseorang mendapatkan kembali perasaan bahwa hidupnya masih dapat diprediksi.

Bagi anak-anak, sekolah merupakan salah satu rutinitas penting tersebut.

Setelah gempa, mereka mungkin harus berhadapan dengan rumah atau fasilitas sekolah yang rusak, lingkungan yang berubah, serta ketidakpastian mengenai aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Jakarta Job Fair 2026 Dibuka, Ini Kesempatan Pencari Kerja Bertemu Perekrut

Kembali bertemu guru dan teman di ruang belajar, meski hanya ruang sementara, dapat menjadi bagian dari proses mengembalikan rasa normal.

Karena itu, penyediaan 16 ruang kelas sementara tidak sekadar persoalan mengganti ruangan yang rusak.

Ada kebutuhan anak untuk kembali memiliki tempat belajar yang aman dan teratur.

Berdasarkan pendataan Kemenag, sebanyak 72 madrasah terdampak gempa Flores.

Pada tahap awal, 15 madrasah ditetapkan sebagai prioritas penerima bantuan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.