Bukan Sekadar Ruang Kelas, Sekolah Bisa Jadi Jalan Anak Pulih dari Trauma Gempa

AKURAT JAKARTA - Gempa tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan.
Bagi anak-anak yang mengalaminya, bencana juga dapat mengubah rasa aman, rutinitas, hingga cara mereka memandang lingkungan di sekitarnya.
Karena itu, ketika kegiatan belajar kembali dibuka setelah bencana, yang dipulihkan sebenarnya bukan hanya pendidikan.
Anak-anak juga mendapatkan kesempatan untuk kembali menjalani aktivitas yang familiar.
Hal inilah yang terlihat dalam langkah Kementerian Agama (Kemenag) menangani dampak gempa Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kemenag menyalurkan 1.000 paket perlengkapan sekolah dan menyediakan 16 ruang belajar sementara agar kegiatan pembelajaran tetap berlangsung.
Dalam psikologi, manusia cenderung membutuhkan rutinitas setelah mengalami peristiwa yang mengganggu kehidupan sehari-hari.
Rutinitas memberikan struktur dan membantu seseorang mendapatkan kembali perasaan bahwa hidupnya masih dapat diprediksi.
Bagi anak-anak, sekolah merupakan salah satu rutinitas penting tersebut.
Setelah gempa, mereka mungkin harus berhadapan dengan rumah atau fasilitas sekolah yang rusak, lingkungan yang berubah, serta ketidakpastian mengenai aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Jakarta Job Fair 2026 Dibuka, Ini Kesempatan Pencari Kerja Bertemu Perekrut
Kembali bertemu guru dan teman di ruang belajar, meski hanya ruang sementara, dapat menjadi bagian dari proses mengembalikan rasa normal.
Karena itu, penyediaan 16 ruang kelas sementara tidak sekadar persoalan mengganti ruangan yang rusak.
Ada kebutuhan anak untuk kembali memiliki tempat belajar yang aman dan teratur.
Berdasarkan pendataan Kemenag, sebanyak 72 madrasah terdampak gempa Flores.
Pada tahap awal, 15 madrasah ditetapkan sebagai prioritas penerima bantuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 2Legislator Golkar Dadiyono Ungkap Warga Mulai Apatis terhadap PTSL, Pilih Urus Sertifikat Sendiri
- 3Legislator Golkar Andri Santosa Ingatkan Peningkatan Modal BUMD Harus Berdampak Nyata bagi Publik
- 4Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 5Meski Sudah Diresmikan, 3 Stasiun LRT Jakarta Fase 1B Belum Bisa Beroperasi, Ini Penjelasan Dishub DKI
- 6Keren! Dari Keluarga Prasejahtera ke Kancah Dunia: 7 Mahasiswa Berprestasi Dilepas Bupati Tangerang Kuliah Gratis ke Tiongkok
- 7RDF Rorotan Belum Maksimal, Legislator Golkar Dimaz Raditya Soroti Efektivitas Anggaran Rp170 Miliar
- 8Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, Direktur IPO Sebut DPR Punya Celah Makzulkan Wapres
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




