Jakarta

SMK Go Global Dimulai, Ada Syarat Baru agar Lulusan Bisa Kerja di Luar Negeri

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 Agustus 2026, 06:30 WIB
SMK Go Global Dimulai, Ada Syarat Baru agar Lulusan Bisa Kerja di Luar Negeri
Jalan lulusan SMK ke luar negeri makin terbuka.

AKURAT JAKARTA - Lulusan SMK, SMA, Diploma hingga Sarjana bakal memiliki peluang yang semakin besar untuk memasuki pasar kerja luar negeri.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan: ijazah saja tidak lagi cukup untuk membuat seseorang siap bersaing di pasar kerja internasional.

Pemerintah menargetkan 500.000 calon pekerja migran Indonesia siap ditempatkan di luar negeri hingga 2029 melalui program SMK Go Global.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki latar belakang pendidikan, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan, dari total target tersebut, sebanyak 300.000 orang akan dialokasikan untuk lulusan SMK.

Sementara 200.000 lainnya ditujukan bagi masyarakat umum, mulai dari lulusan SMA hingga Sarjana.

“Pemerintah itu telah mencanangkan kita mempersiapkan 500.000 pekerja pekerja migran yang siap ditempatkan (di luar negeri) yang harus kita persiapkan dari sisi kompetensinya, skill-nya,” kata Mukhtarudin di Balai Diklat Industri Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Target tersebut tidak langsung dicapai dalam satu tahun.

Pemerintah menyiapkan proses secara bertahap dengan kuota 40.000 orang pada 2026, kemudian meningkat menjadi 140.000 orang pada 2027.

Pada 2028, jumlahnya ditargetkan mencapai 180.000 orang, sebelum kembali menjadi 140.000 orang pada 2029.

Baca Juga: Surat PJJ karena Demo di Jakarta Bikin Bingung: Disdik Sebut Hoaks, Sekolah Justru Keluarkan Imbauan

Di balik angka tersebut, ada standar yang harus dipenuhi calon pekerja.

Pemerintah ingin lulusan yang nantinya dikirim ke luar negeri benar-benar memiliki kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan.

Karena itu, lulusan tidak hanya dituntut mengandalkan kemampuan teknis dari bangku sekolah.

Mereka juga perlu memiliki sertifikasi, kemampuan bahasa asing, hingga pemahaman mengenai budaya kerja di negara tujuan.

“SMK Go Global bukan sekadar program pelatihan. Ini adalah upaya pemerintah menyiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki kompetensi dan sertifikasi yang diakui secara global, sehingga mereka mampu bersaing dan mendapatkan pekerjaan yang layak di pasar kerja internasional,” jelas Mukhtarudin.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.