Jakarta

Dua Pemuda Hilang 4 Hari di Semeru Setelah Ikuti Jalur TikTok, Psikologi Ungkap Kenapa Bahaya Bisa Terlihat Menarik

Anggerhana Denni Rahmawati | 29 Agustus 2026, 07:30 WIB
Dua Pemuda Hilang 4 Hari di Semeru Setelah Ikuti Jalur TikTok, Psikologi Ungkap Kenapa Bahaya Bisa Terlihat Menarik
Yanuar dan Dwi temukan jalur Semeru dari TikTok. - X @RadioElshinta

AKURAT JAKARTA - Dua pemuda asal Kabupaten Malang, Yanuar (19) dan Dwi (25), akhirnya ditemukan selamat di kawasan Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Jumat (28/8/2026), setelah sempat hilang kontak dengan keluarga selama beberapa hari.

Namun, di balik kejadian tersebut terdapat satu detail yang menarik perhatian: keputusan mereka memasuki kawasan Semeru melalui jalur ilegal diperoleh dari TikTok.

Keduanya sebelumnya berangkat menggunakan sepeda motor secara berboncengan pada Senin (24/8).

Alih-alih menggunakan jalur pendakian resmi, mereka memilih jalur tidak resmi di wilayah Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Menurut pengakuan Yanuar, informasi mengenai jalur tersebut didapat dari media sosial TikTok.

Rasa tertarik untuk mencoba kemudian membuat keduanya memutuskan menggunakan jalur tersebut meski medan yang dilalui cukup berbahaya.

Keputusan tersebut memperlihatkan satu persoalan psikologis yang sering terjadi dalam perilaku berisiko: manusia tidak selalu mengambil keputusan berdasarkan besarnya bahaya yang sebenarnya, melainkan berdasarkan bagaimana bahaya tersebut dipersepsikan.

Sebuah video TikTok berdurasi singkat, misalnya, dapat memperlihatkan jalur sebagai pengalaman menarik, pemandangan indah, atau tantangan yang bisa ditaklukkan.

Namun, informasi mengenai kondisi medan, cuaca, kemampuan navigasi, keterbatasan bekal, hingga konsekuensi jika tersesat belum tentu terlihat dalam video.

Akibatnya, seseorang bisa mendapatkan gambaran bahwa sebuah aktivitas relatif mudah dilakukan karena hanya melihat bagian yang menarik dari pengalaman tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor FC Koln vs Hoffenheim di Bundesliga, 29 Agustus 2026: Ujian Ambisi Dua Tim di Awal Musim

Dalam psikologi, kondisi ini berkaitan dengan risk perception, yakni bagaimana seseorang memperkirakan seberapa besar bahaya yang mungkin dihadapi.

Penilaian tersebut tidak selalu identik dengan risiko objektif yang sebenarnya.

Penelitian psikologi mengenai pengambilan keputusan berisiko menunjukkan bahwa cara seseorang memproses informasi dapat memengaruhi pilihan yang dibuat ketika menghadapi ketidakpastian.

Pada kasus Yanuar dan Dwi, ketertarikan terhadap jalur yang ditemukan di media sosial kemudian bertemu dengan situasi nyata di lapangan.

Perjalanan yang semula diperkirakan berlangsung singkat justru menjadi jauh lebih lama.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.