Dikira Cukup Bawa Kartu, Ternyata Begini Prosedur Caesar agar Biaya Ditanggung BPJS

AKURAT JAKARTA - Memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan dapat membantu mengurangi beban biaya persalinan.
Namun, ibu hamil yang berencana menggunakan layanan tersebut perlu memahami bahwa kepesertaan BPJS tidak otomatis berarti semua jenis tindakan persalinan dapat dilakukan sesuai permintaan pasien.
Hal ini terutama berlaku untuk persalinan melalui operasi caesar.
BPJS Kesehatan memang dapat menanggung persalinan normal maupun caesar, tetapi tindakan caesar harus didasarkan pada indikasi medis.
Artinya, ibu hamil tidak bisa meminta operasi caesar hanya karena menginginkannya tanpa alasan medis yang dinyatakan oleh dokter.
Ketentuan tersebut menjadi salah satu hal penting yang perlu diketahui sejak masa kehamilan, bukan ketika hari persalinan sudah tiba.
Mengutip Bank Sinarmas pada Minggu (30/8/2026), persalinan normal umumnya dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Fasilitas tersebut dapat berupa puskesmas, klinik atau bidan yang bekerja sama dengan BPJS.
Sementara itu, persalinan caesar dilakukan di rumah sakit rujukan tingkat lanjutan apabila terdapat alasan medis yang membutuhkan tindakan tersebut.
Beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan medis antara lain posisi janin sungsang, tekanan darah tinggi hingga risiko komplikasi tertentu.
Baca Juga: Usia Baru 20 Tahun Sudah Lulus UGM, Ayyub Ungkap Cara Membagi Waktu Kuliah dan Kerja
Keputusan mengenai kebutuhan operasi tetap berada pada dokter berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi ibu dan janin.
Karena itu, persiapan menggunakan BPJS sebenarnya sudah dimulai sebelum proses persalinan.
Ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan di FKTP tempat dirinya terdaftar.
BPJS Kesehatan menanggung minimal empat kali pemeriksaan kehamilan, yakni satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua dan minimal dua kali pada trimester ketiga.
Pemeriksaan tersebut bukan hanya untuk mengetahui perkembangan janin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




