Wacana Pendidikan Gratis Makin Konkret, Anggarannya Bisa Tembus Hingga Ratusan Triliun

AKURAT JAKARTA - Wacana menggratiskan pendidikan negeri dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi mulai masuk tahap penghitungan anggaran.
Pemerintah kini tidak hanya membahas konsep kuliah gratis, tetapi juga menghitung berapa dana yang diperlukan jika kebijakan tersebut diterapkan.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah menghitung kebutuhan anggaran untuk menggratiskan biaya kuliah bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN).
Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan dananya mencapai Rp93,74 triliun.
Angka tersebut diperuntukkan bagi 2.833.169 mahasiswa D3, D4, dan S1 yang tercatat di perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi vokasi.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan angka tersebut telah dihitung oleh kementeriannya dan akan dibawa dalam pembahasan bersama Presiden Prabowo Subianto.
"Terkait dengan kebutuhan anggaran untuk menggratiskan seluruh PTN, kami sudah menghitung itu nilainya Rp 93.742.969.840.000 untuk 2.833.169 mahasiswa yang tercatat di perguruan tinggi negeri baik untuk vokasi maupun akademik," kata Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Senin (21/9/2026).
Menurut Brian, angka tersebut masih akan dibahas lebih lanjut karena terdapat kemungkinan penerapan kebijakan secara bertahap.
Pemerintah juga perlu membicarakan skema tersebut bersama kementerian dan lembaga terkait.
Jika kebutuhan PTN saja hampir Rp94 triliun, gambaran anggaran untuk pendidikan gratis dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi menjadi jauh lebih besar.
Baca Juga: Bukan New York atau Berlin, Bangkok Justru Jadi Raja Nightlife 2026
Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati menyebut kebutuhan anggaran untuk menggratiskan SD dan SMP negeri mencapai lebih dari Rp300 triliun.
"Kalau di Dikdasmen, SD-SMP gratis itu Rp 300 triliun lebih. Rp 300 triliun lebih itu total," ujar Esti dalam rapat tersebut.
Angka itu menunjukkan besarnya skala anggaran apabila gagasan pendidikan gratis diterapkan secara luas.
Kebutuhan untuk PTN sekitar Rp93,7 triliun, sedangkan jenjang SD dan SMP negeri saja diperkirakan membutuhkan lebih dari Rp300 triliun.
Esti mengatakan Komisi X DPR mendukung komitmen untuk membebaskan biaya pendidikan negeri dari SD hingga perguruan tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Lowongan Kerja di MRT Jakarta Tahun 2026: Buka 19 Formasi Lulusan SMA/SMK hingga S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
- 2Sekjen Golkar Benarkan Nusron Wahid Mengundurkan Diri, Ada Kaitan dengan Kasus Korupsi HGB yang Diusut KPK?
- 3Asian Games 2026, Menpora Erick Thohir Target 4 Emas untuk Kontingen Indonesia
- 4Soroti Pangan Murah Langka, Legislator Golkar Farah Savira Minta Kuota Ditambah dan Website Diperbaiki
- 5Ketua Komisi D DPRD DKI Soroti Sampah Menggunung di Kapuk Muara, Duga TPS Ilegal dari Apartemen
- 6OMC Belum Efektif, Legislator Golkar Dadiyono Ingatkan Ancaman Kebakaran di Tengah Minim Hujan
- 7Kembali ke Timnas Indonesia, Dean James Targetkan Juara FIFA ASEAN Cup 2026
- 8Peringati HUT ke-15 RSUD Balaraja: Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Tekankan Komitmen Respon Cepat Pelayanan Kesehatan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






