Kulit Bawang Merah Tak Lagi Jadi Sampah, Mahasiswa UMM Sulap Jadi Pewarna Batik Jumputan

AKURAT JAKARTA - Kulit bawang merah biasanya dianggap sebagai limbah dapur yang tidak lagi memiliki manfaat.
Namun, di tangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), bagian bawang yang kerap berakhir di tempat sampah itu justru diolah menjadi bahan pewarna alami untuk batik jumputan.
Inovasi tersebut dikembangkan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UMM melalui proyek bernama Allium Dye by Nafuma.
Tidak berhenti sebagai eksperimen, inovasi ini juga dipraktikkan bersama masyarakat agar pemanfaatan limbah tersebut dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
Sebanyak 25 anggota Kelompok Tani Wanita (KWT) Putri Pandan Wangi di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, mengikuti praktik pengolahan kulit bawang merah pada Rabu (16/9/2026).
Para anggota KWT diperkenalkan pada proses ekstraksi kulit bawang merah hingga menghasilkan pewarna alami yang kemudian diaplikasikan ke kain menggunakan teknik jumputan.
Ketua Kelompok PPG UMM Aminatus Zuhriah menjelaskan, kulit bawang merah memiliki pigmen alami seperti antosianin dan flavonoid.
Kandungan tersebut memungkinkan kulit bawang menghasilkan warna yang dapat dimanfaatkan dalam proses pewarnaan kain.
Antosianin dapat menghasilkan warna merah hingga keunguan dan dipengaruhi tingkat keasaman atau pH.
Sementara itu, flavonoid juga berkontribusi terhadap warna dan memiliki sifat antioksidan.
Baca Juga: Perpusnas Ubah Naskah Kuno Jadi Komik, Biar Sejarah Nusantara Tak Makin Jauh dari Anak
Dari proses ekstraksi, kulit bawang merah dapat menghasilkan warna kecokelatan hingga kemerahan.
Warna tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami untuk membuat motif pada kain jumputan.
Dengan demikian, bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat memiliki fungsi baru dalam proses produksi kerajinan.
Nama Allium Dye by Nafuma sendiri juga berkaitan dengan bahan yang digunakan.
Kata Allium merujuk pada genus tumbuhan bawang-bawangan, sedangkan Dye berarti pewarna.
“Nama ini kami pilih karena ingin menunjukkan bahwa bahan utama produk berasal dari bawang-bawangan dan hasil akhirnya berupa pewarna alami,” jelas Aminatus.
Proyek tersebut dikerjakan bersama sembilan mahasiswa lainnya. Mereka mengembangkan inovasi dengan konsep “From Waste to Art”, yang menempatkan limbah sebagai bahan awal untuk menghasilkan karya kreatif.
Kasus ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah tidak selalu membutuhkan bahan yang sulit ditemukan.
Kulit bawang merah yang tersedia dari aktivitas rumah tangga maupun pertanian dapat dikumpulkan dan diolah menjadi bahan pewarna.
Bagi masyarakat, keterampilan tersebut juga berpotensi menjadi pintu masuk untuk mengembangkan produk kerajinan berbasis bahan alami.
Baca Juga: Skor Sains Indonesia 389, Mayoritas Siswa Belum Capai Level Dasar PISA
KWT Putri Pandan Wangi tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengolahan limbah, tetapi juga pengalaman mengubahnya menjadi produk tekstil.
Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Jika proses pengolahan dapat dilakukan secara konsisten, limbah kulit bawang merah tidak lagi hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai bahan baku untuk produk kreatif yang memiliki nilai guna dan ekonomi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





