Jakarta

LPDP Buka 107 Kuota Beasiswa Dokter Spesialis 2026, Pendaftaran hingga 12 Oktober

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 September 2026, 19:15 WIB
LPDP Buka 107 Kuota Beasiswa Dokter Spesialis 2026, Pendaftaran hingga 12 Oktober
Beasiswa LPDP dokter spesialis 2026 sasar 14 bidang. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Dokter yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis memiliki kesempatan melalui Beasiswa LPDP Dokter Spesialis pada Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (DS RSPPU) Tahap 2 Tahun 2026.

Program ini menyediakan 107 kuota yang tersebar dalam 31 kombinasi program studi dan rumah sakit, dengan pendaftaran dibuka hingga 12 Oktober 2026.

Beasiswa tersebut merupakan hasil kerja sama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan Kementerian Kesehatan.

Program ini dirancang untuk mendukung pendidikan dokter spesialis sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis di berbagai bidang.

Melalui skema tersebut, LPDP mendukung pembiayaan pendidikan, sedangkan Kementerian Kesehatan mengarahkan kebutuhan dan pendayagunaan dokter spesialis sesuai prioritas sistem kesehatan nasional.

Tersedia Pilihan Bidang Bedah dan Nonbedah

Program Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU Tahap 2 Tahun 2026 mencakup bidang bedah dan nonbedah.

Pilihan ini memberi kesempatan bagi dokter untuk menempuh pendidikan sesuai bidang yang diminati sekaligus kebutuhan layanan kesehatan.

Pada kelompok bedah, tersedia program Ortopedi dan Traumatologi, Bedah Saraf, Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular, Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi, Urologi, serta Ilmu Kesehatan Mata.

Sementara itu, pilihan bidang nonbedah meliputi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Onkologi Radiasi, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Dalam, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Radiologi, Neurologi, serta Kedokteran Nuklir.

Baca Juga: Kulit Bawang Merah Tak Lagi Jadi Sampah, Mahasiswa UMM Sulap Jadi Pewarna Batik Jumputan

Durasi pendidikan berbeda-beda, mulai dari tujuh hingga 11 semester.

Pendidikan Bedah Saraf menjadi salah satu program dengan durasi terpanjang, yakni 11 semester.

Adapun Kedokteran Nuklir memiliki durasi tujuh semester.

Pendidikan dilaksanakan di rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai penyelenggara utama.

Beberapa di antaranya adalah RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RS Mata Cicendo, dan RSUD Dr. Moewardi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.