LPDP Buka 107 Kuota Beasiswa Dokter Spesialis 2026, Pendaftaran hingga 12 Oktober

AKURAT JAKARTA - Dokter yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis memiliki kesempatan melalui Beasiswa LPDP Dokter Spesialis pada Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (DS RSPPU) Tahap 2 Tahun 2026.
Program ini menyediakan 107 kuota yang tersebar dalam 31 kombinasi program studi dan rumah sakit, dengan pendaftaran dibuka hingga 12 Oktober 2026.
Beasiswa tersebut merupakan hasil kerja sama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan Kementerian Kesehatan.
Program ini dirancang untuk mendukung pendidikan dokter spesialis sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis di berbagai bidang.
Melalui skema tersebut, LPDP mendukung pembiayaan pendidikan, sedangkan Kementerian Kesehatan mengarahkan kebutuhan dan pendayagunaan dokter spesialis sesuai prioritas sistem kesehatan nasional.
Tersedia Pilihan Bidang Bedah dan Nonbedah
Program Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU Tahap 2 Tahun 2026 mencakup bidang bedah dan nonbedah.
Pilihan ini memberi kesempatan bagi dokter untuk menempuh pendidikan sesuai bidang yang diminati sekaligus kebutuhan layanan kesehatan.
Pada kelompok bedah, tersedia program Ortopedi dan Traumatologi, Bedah Saraf, Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular, Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi, Urologi, serta Ilmu Kesehatan Mata.
Sementara itu, pilihan bidang nonbedah meliputi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Onkologi Radiasi, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Dalam, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Radiologi, Neurologi, serta Kedokteran Nuklir.
Baca Juga: Kulit Bawang Merah Tak Lagi Jadi Sampah, Mahasiswa UMM Sulap Jadi Pewarna Batik Jumputan
Durasi pendidikan berbeda-beda, mulai dari tujuh hingga 11 semester.
Pendidikan Bedah Saraf menjadi salah satu program dengan durasi terpanjang, yakni 11 semester.
Adapun Kedokteran Nuklir memiliki durasi tujuh semester.
Pendidikan dilaksanakan di rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai penyelenggara utama.
Beberapa di antaranya adalah RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RS Mata Cicendo, dan RSUD Dr. Moewardi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 3Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di UNL, 25 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Seret Gol
- 7Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 8Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






