Jakarta

Ketika Kondisi Kesehatan Menghalangi Sekolah, PJJ Jadi Alternatif Pendidikan

Anggerhana Denni Rahmawati | 29 September 2026, 16:45 WIB
Ketika Kondisi Kesehatan Menghalangi Sekolah, PJJ Jadi Alternatif Pendidikan
Anak sakit tetap punya hak belajar, Kemendikdasmen jelaskan skema PJJ. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Kondisi kesehatan dapat menjadi hambatan bagi anak untuk mengikuti pembelajaran di sekolah reguler.

Bagi anak yang harus menjalani perawatan panjang, aktivitas belajar dengan jadwal dan kehadiran tetap bisa menjadi tantangan tersendiri.

Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat kesempatan memperoleh pendidikan terhenti.

Persoalan ini mencuat setelah seorang pengguna media sosial meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memprioritaskan akses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi anak penderita leukemia atau kanker darah.

Kemendikdasmen menjelaskan bahwa layanan pendidikan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Kondisi Kesehatan Jadi Hambatan Belajar

Permintaan tersebut disampaikan melalui kolom komentar akun Instagram @kemendikdasmen.

Pengguna itu menyoroti anak-anak dengan kanker darah yang kesulitan mengikuti pembelajaran normal karena kondisi fisik dan kebutuhan perawatan.

"Banyak anak usia dini yang kena kanker leukimia/kanker darah, maaf seklai meninggal dunia saat mengikuti pembelajaran normal pak. Kata dokternya karena kondisi tubuh yang tidak bisa lelah. Tolong di prioritaskan kepada warga yang anaknya terkena kanker pak. Agar bisa mengikuti PJJ seumur hidup," tulis salah satu akun, dikutip Selasa (29/9/2026).

Menanggapi hal tersebut, Kemendikdasmen menyatakan PJJ disediakan untuk menjangkau peserta didik yang menghadapi berbagai hambatan, mulai dari persoalan sosial dan ekonomi hingga kondisi geografis.

Baca Juga: Guru Madrasah Bisa Mengajar di Luar Negeri, Pendaftaran SILN-CLC Ditutup 2 Oktober

Khusus bagi anak dengan kondisi kesehatan tertentu, layanan pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing melalui koordinasi antara sekolah, orang tua, dan pihak terkait.

Penyesuaian ini menjadi penting karena kemampuan anak untuk mengikuti pembelajaran dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi kesehatan dan kebutuhan pendampingannya.

PJJ Tidak Mengharuskan Siswa Hadir Setiap Hari

PJJ tingkat pendidikan menengah dirancang sebagai alternatif bagi anak yang tidak dapat mengikuti pembelajaran reguler karena berbagai hambatan.

Sistem ini memberikan fleksibilitas dalam proses belajar, termasuk bagi siswa yang memiliki keterbatasan untuk datang ke sekolah setiap hari.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.