Beasiswa LPDP Jakarta Siapkan Rp100 Miliar, Kuliah di Korea Selatan Bakal Diarahkan Sesuai Kebutuhan Daerah

AKURAT JAKARTA - Kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri menjadi salah satu rencana yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui program beasiswa LPDP Jakarta.
Tak hanya membuka peluang kuliah di universitas terkemuka Korea Selatan, program ini juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di Ibu Kota.
Pemprov DKI Jakarta berencana menjajaki kerja sama dengan universitas-universitas di Seoul.
Peluang tersebut muncul setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bertemu dengan Wakil Wali Kota Seoul, Jeong Sang-hun, pada Selasa (6/10/2026).
"Kami akan dengan senang hati menjajaki peluang untuk menghubungkan program ini dengan universitas-universitas terkemuka di Seoul," kata Rano.
Menurut Rano, kesempatan belajar di Korea Selatan tidak semata-mata bertujuan memperoleh gelar akademik.
Penerima beasiswa juga diharapkan bisa mempelajari perkembangan teknologi, industri kreatif, dan budaya yang menjadi bagian dari kemajuan negara tersebut.
Rp100 Miliar untuk 50 Penerima Beasiswa
Program LPDP Jakarta direncanakan membuka pendaftaran pada September 2027.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M Subki, menyebut pemerintah menyiapkan dana Rp100 miliar dengan target 50 penerima beasiswa.
Baca Juga: Ketika Rajin dan Malas Dianggap Sama, Kebijakan Naik Kelas Jadi Sorotan
Dengan jumlah tersebut, program ini menjadi peluang bagi warga Jakarta untuk melanjutkan pendidikan magister (S2) maupun doktor (S3), termasuk melalui kesempatan belajar di luar negeri.
Namun, besarnya anggaran bukan satu-satunya hal yang menentukan keberhasilan program.
Pemilihan bidang studi juga menjadi perhatian agar pendidikan yang dibiayai pemerintah sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja di Jakarta.
"Kan sayang kalau mereka LPDP di luar negeri ambil jurusan yang tidak terlalu kita butuhkan. Maka kita minta ke Pemda untuk dicek dulu kira-kira kita kebutuhannya apa. Kalau dokter spesialis, maka itu kemudian yang jadi prioritas," ujar Subki.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa program beasiswa tidak hanya diposisikan sebagai bantuan pendidikan bagi individu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 0-7?
- 3Prediksi Skor Inggris vs Ceko di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah The Three Lions Lanjutkan Tren Gemilang?
- 4Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 5Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Mengapa Ranking FIFA Indonesia Tidak Naik? Ini Penjelasannya!
- 6Legislator Golkar Dadiyono Ungkap Warga Mulai Apatis terhadap PTSL, Pilih Urus Sertifikat Sendiri
- 7Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 8RDF Rorotan Belum Maksimal, Legislator Golkar Dimaz Raditya Soroti Efektivitas Anggaran Rp170 Miliar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






