DAMRI Buka Rute Putussibau–Kuching, Peluang Baru bagi UMKM di Perbatasan Indonesia-Malaysia

AKURAT JAKARTA - Perjalanan dari Putussibau, Kalimantan Barat, menuju Kuching, Malaysia, kini memiliki pilihan transportasi baru.
DAMRI resmi membuka layanan Angkutan Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Putussibau–Kuching pada 7 Oktober 2026 melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau dan Border Lubok Antu di Sarawak.
Kehadiran rute ini bukan hanya mempermudah perjalanan lintas negara, tetapi juga membuka peluang bagi aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.
Ketika mobilitas masyarakat meningkat, usaha lokal seperti warung makan, penginapan, toko oleh-oleh, dan jasa transportasi berpotensi ikut merasakan dampaknya.
Tarif Rp400 Ribu, Perjalanan Lebih Terintegrasi
Sebelum layanan ini tersedia, masyarakat yang hendak menuju Kuching harus mengatur perjalanan dengan pilihan transportasi yang lebih kompleks.
Rute baru DAMRI menawarkan alternatif perjalanan melalui jalur perbatasan resmi dengan sistem transit bus di kawasan PLBN Badau–Border Lubok Antu.
Layanan tersebut direncanakan beroperasi setiap hari.
Bus berangkat dari Putussibau pukul 07.00 WIB, sedangkan keberangkatan dari Kuching dijadwalkan pukul 07.30 waktu setempat.
DAMRI menggunakan armada kelas eksekutif dengan skema operasional back to back, yakni perjalanan dari kedua wilayah terhubung melalui mekanisme transit di perbatasan.
Baca Juga: Transit 6 Jam Tak Harus Membosankan, Thailand Ubah Penumpang Pesawat Jadi Calon Wisatawan
Untuk tarif promo, penumpang dikenakan biaya Rp400.000 atau setara 95 Ringgit Malaysia.
Tiket dapat dibeli melalui DAMRI Apps, situs resmi DAMRI, mitra agen perjalanan daring, serta loket di Terminal Kedamin Putussibau, Kuching Sentral & Mall, dan agen DAMRI terdekat.
Kemudahan akses ini memberi alternatif bagi warga Kapuas Hulu dan sekitarnya yang memiliki keperluan perjalanan ke Malaysia, baik untuk urusan keluarga, pendidikan, pekerjaan, maupun wisata.
Mobilitas Penumpang Bisa Membuka Peluang Usaha
Meningkatnya akses transportasi lintas negara dapat menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar jalur perjalanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 0-7?
- 3Prediksi Skor Inggris vs Ceko di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah The Three Lions Lanjutkan Tren Gemilang?
- 4Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 5Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Mengapa Ranking FIFA Indonesia Tidak Naik? Ini Penjelasannya!
- 6Legislator Golkar Dadiyono Ungkap Warga Mulai Apatis terhadap PTSL, Pilih Urus Sertifikat Sendiri
- 7Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 8RDF Rorotan Belum Maksimal, Legislator Golkar Dimaz Raditya Soroti Efektivitas Anggaran Rp170 Miliar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




