Jakarta

Sembilan Kali Gagal, Greece Mutia Justru Tembus Beasiswa S2 ke Polandia

Anggerhana Denni Rahmawati | 12 Oktober 2026, 20:45 WIB
Sembilan Kali Gagal, Greece Mutia Justru Tembus Beasiswa S2 ke Polandia
Gagal berkali-kali tak menghentikan langkah Greece Mutia menuju S2 di Polandia. - Kemendiktisaintek

AKURAT JAKARTA - Sembilan kali penolakan beasiswa dalam delapan bulan bisa membuat seseorang meragukan kemampuannya sendiri.

Namun, Greece Mutia memilih tetap melanjutkan persiapan meski kesempatan kuliah di luar negeri belum juga terbuka.

Ia akhirnya berhasil meraih Stefan Banach Scholarship untuk menempuh pendidikan magister di Polandia.

Perjalanan Greece menunjukkan bahwa mengejar beasiswa bukan hanya tentang memenuhi persyaratan, tetapi juga menghadapi ketidakpastian dan memperbaiki persiapan setelah berulang kali gagal.

Di balik keberhasilannya, ada proses panjang yang dijalani sambil tetap bekerja sebagai pengajar.

Sembilan Kali Ditolak, Bukan Berarti Harus Berhenti

Keinginan Greece melanjutkan studi ke luar negeri sudah tumbuh sejak menempuh pendidikan sarjana di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja).

Ia menyadari bahwa impian tersebut membutuhkan persiapan sejak dini.

Karena itu, Greece berusaha meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, menabung, dan mengikuti kegiatan sukarela untuk memperkuat bekalnya menghadapi seleksi beasiswa.

Ia juga memanfaatkan pengalaman menerima Future Leader Scholarship ketika kuliah untuk mempersiapkan langkah akademik berikutnya.

Baca Juga: Usut Kasus Pemerasan Bupati Pemalang Nonaktif, KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Aris Ismail

"Sejak saya kuliah dan menerima beasiswa di UNU Jogja, saya selalu menyisihkan waktu untuk belajar bahasa asing, terutama IELTS, menyisihkan uang saku bulanan dari beasiswa Future Leader Scholarship, dan ikut kegiatan sukarela," kata Greece Mutia.

Meski telah melakukan berbagai persiapan, hasil yang diperoleh tidak selalu sesuai harapan.

Selama delapan bulan, ia mencoba berbagai peluang beasiswa di Asia, Australia, Selandia Baru, hingga Eropa.

Namun, sembilan kali pengajuan berakhir dengan penolakan.

Rentetan hasil tersebut menjadi tantangan tersendiri.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.