Jakarta

Gunung Anak Krakatau Meletus 31 Kali, Warga Dilarang Mendekat Radius 5 Km

Yusuf Doank | 13 Oktober 2026, 09:22 WIB
Gunung Anak Krakatau Meletus 31 Kali, Warga Dilarang Mendekat Radius 5 Km
Ilustrasi

AKURAT JAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kembali melonjak.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung api tersebut mengalami erupsi sebanyak 31 kali sepanjang kurun waktu 5–9 Oktober 2026.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Suwarno, mengungkapkan bahwa puncak peningkatan erupsi terjadi pada Jumat (9/10/2026) lalu.

Baca Juga: Waspada! Hari Ini Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Terjadi 28 Kali Gempa, Warga Dilarang Dekati Pulau Baru

"Mulai tanggal 5 Oktober terjadi empat kali erupsi, kemudian tanggal 8 Oktober satu kali, dan puncaknya pada 9 Oktober terjadi 26 kali erupsi," ujar Suwarno di Lampung Selatan, Senin (12/10/2026).

Meskipun sejak Sabtu (10/10/2026) hingga Senin (12/10/2026) tidak terdeteksi adanya erupsi susulan, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih bertahan di Level III (Siaga).

Petugas pemantau terus melakukan pengawasan intensif selama 24 jam penuh, baik secara visual maupun instrumental, guna menentukan langkah mitigasi bencana secara terukur.

Guna mengantisipasi potensi bahaya, PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun nelayan untuk tidak beraktivitas di dalam radius aman.

"Masyarakat dan pengunjung diminta tidak mendekati gunung api serta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif," tegas Suwarno.

Para nelayan yang melaut di perairan Selat Sunda juga diminta rajin memantau rilis resmi mengenai kondisi cuaca dan status gunung api.

Selain itu, warga diimbau tidak mudah termakan isu liar atau hoaks yang beredar di media sosial dan selalu mengacu pada data resmi lembaga berwenang.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y