Jakarta

Sekolah Terintegrasi di Jakarta Timur Telan Dana Rp101,3 Miliar, SD dan SMP Jadi Gedung Bertingkat

Anggerhana Denni Rahmawati | 13 Oktober 2026, 17:15 WIB
Sekolah Terintegrasi di Jakarta Timur Telan Dana Rp101,3 Miliar, SD dan SMP Jadi Gedung Bertingkat
Gedung sekolah berusia 60 tahun disulap jadi modern. - timur.jakarta.go.id

AKURAT JAKARTA - Gedung sekolah modern belum tentu menjadi solusi jika fasilitasnya tidak dirawat dengan baik.

Persoalan ini menjadi penting setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintegrasikan SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Pasar Rebo, Jakarta Timur, menjadi satu bangunan bertingkat dengan biaya Rp101,3 miliar.

Bangunan sekolah yang sebelumnya berusia sekitar 60 tahun itu kini dilengkapi lift, lapangan olahraga, perpustakaan, dan fasilitas pembelajaran digital.

Namun, di balik perubahan tersebut, ada pekerjaan lain yang tidak kalah penting: memastikan seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang.

Rp101,3 Miliar untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau gedung baru kedua sekolah tersebut pada Senin (12/10/2026).

Menurutnya, integrasi sekolah menjadi salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan lahan di Jakarta yang semakin mahal.

Pembangunan secara vertikal memungkinkan fasilitas pendidikan bertambah tanpa harus memperluas area sekolah.

Dengan begitu, keterbatasan lahan di perkotaan tidak selalu menjadi penghalang untuk menyediakan ruang belajar yang lebih memadai.

"Untuk melakukan integrasi ini dari SD dan kemudian SMP, biaya yang dibutuhkan adalah Rp 101,3 miliar. Alhamdulillah kalau dilihat menurut saya sekolah ini nggak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri karena terintegrasi dengan baik," ujar Pramono Anung.

Baca Juga: Bertekad Kuat Ambil Takhta SUV Off-Road, Jetour T2 i-DM Siapkan Jurus Rahasia Panoramic Sunroof Raksasa untuk Rebut Hati Konsumen

Ia juga menegaskan bahwa pemanfaatan lahan perlu dilakukan secara efektif agar pilihan pendidikan bagi anak-anak di Jakarta semakin luas.

"Persoalan di Jakarta itu persoalan lahan paling utama. Dengan semakin mahalnya lahan, maka harus diefektifkan supaya anak-anak pilihannya juga semakin banyak," ungkap Pramono Anung.

Tak Lagi Bergantian Masuk Pagi dan Sore

Salah satu perubahan yang dirasakan setelah revitalisasi adalah kegiatan belajar di SMPN 91 tidak lagi harus dibagi ke dalam jadwal pagi dan sore.

Siswa kini dapat mengikuti pembelajaran pada pagi hari secara bersamaan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.