Jakarta

Beasiswa LPDP Jakarta 2027 Buka Peluang Kuliah S2-S3, Penyandang Disabilitas Bisa Mendaftar

Anggerhana Denni Rahmawati | 13 Oktober 2026, 19:45 WIB
Beasiswa LPDP Jakarta 2027 Buka Peluang Kuliah S2-S3, Penyandang Disabilitas Bisa Mendaftar
Beasiswa LPDP Jakarta juga siapkan bantuan untuk penyandang disabilitas.. - Situs resmi LPDP.

AKURAT JAKARTA - Kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktor menjadi salah satu hal yang ingin diperluas melalui program Beasiswa LPDP Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan program ini untuk memberikan akses pendidikan tinggi bagi warganya, termasuk penyandang disabilitas yang ingin melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri.

Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada 2027, dengan pendaftaran dibuka pada September 2027.

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar, dengan target penerima sekitar 50 hingga 75 orang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa program ini terbuka bagi warga yang memenuhi persyaratan, termasuk masyarakat berkebutuhan khusus.

"Jakarta mulai tahun depan ada yang namanya LPDP untuk Jakarta. Jumlahnya antara 50 sampai 75," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Bantuan Pendidikan yang Memperhatikan Kebutuhan Disabilitas

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam program ini adalah kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk di luar negeri.

Dukungan yang disiapkan tidak hanya berupa biaya kuliah, tetapi juga komponen bantuan yang berkaitan dengan kebutuhan disabilitas.

"Saya ingin di antara anak ini kalau kemudian ada LPDP untuk anak berkebutuhan khusus mau sekolah kuliah di luar negeri, dengan senang hati Mbak Doti, kami akan memberikan fasilitas itu," ujar Pramono Anung.

Baca Juga: Tanpa Seleksi, 242.482 Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Otomatis Diangkat Mulai Januari 2027

Komponen pembiayaan beasiswa mencakup biaya personal, biaya penyelenggaraan pendidikan, dan biaya penelitian.

Biaya personal meliputi kebutuhan hidup mahasiswa, tunjangan buku, transportasi, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, keadaan darurat, tunjangan keluarga, serta aplikasi visa.

Program ini juga menyediakan biaya pendamping disabilitas dan bantuan bagi penyandang disabilitas.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting agar penerima dapat menjalani proses pendidikan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing.

Selain itu, penerima beasiswa berpeluang memperoleh bantuan penelitian tesis atau disertasi, seminar atau konferensi internasional, serta publikasi jurnal internasional.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.