Jakarta

Sebaran Asap Karhutla di Jakarta Mulai Menjauh, Pemprov DKI Tetap Siaga Antisipasi Penurunan Kualitas Udara

Laode Akbar | 19 Oktober 2026, 14:04 WIB
Sebaran Asap Karhutla di Jakarta Mulai Menjauh, Pemprov DKI Tetap Siaga Antisipasi Penurunan Kualitas Udara
Ilustrasi - Polusi udara di Jakarta

AKURAT JAKARTA – Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melintas di atmosfer atas wilayah Jakarta dan sekitarnya mulai bergerak menjauh.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas udara.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim, mengatakan Pemprov DKI terus memantau perkembangan sebaran asap dan kualitas udara di Jakarta.

Baca Juga: Tawuran Pecah Lagi di Depan Stasiun Manggarai, Massa Anarkis Main Bakar-bakaran

Langkah antisipasi tetap disiapkan meskipun asap karhutla mulai menjauh dari wilayah Jabodetabek.

"Kami memahami kekhawatiran warga. Yang terpenting, masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan saling jaga," kata Chico dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari, indikasi sebaran asap dari wilayah Sumatera dan Kalimantan sempat melintas di lapisan atmosfer tinggi di atas Jabodetabek pada 16 Oktober 2026.

Pemprov DKI menjelaskan, sebaran asap tersebut berada pada ketinggian beberapa kilometer sehingga tidak serta-merta berdampak langsung terhadap kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat.

Perubahan pola angin membuat sebaran asap mulai bergerak menjauh dari wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga: Gulung Wakil Malaysia Dua Gim Langsung, Fajar/Fikri Sabet Gelar Denmark Open 2026

Namun, kondisi tersebut tidak membuat Pemprov DKI menghentikan langkah antisipasi terhadap potensi pencemaran udara.

Pasalnya, kualitas udara di Jakarta juga dipengaruhi faktor lokal, seperti emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, serta kondisi musim kemarau.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.