Jakarta

Bukan Sekadar Mengurus Dokumen, Magang Kearsipan Ini Buka Peluang Belajar di 13 Museum

Anggerhana Denni Rahmawati | 19 Oktober 2026, 16:45 WIB
Bukan Sekadar Mengurus Dokumen, Magang Kearsipan Ini Buka Peluang Belajar di 13 Museum
Ilustrasi magang. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Pengelolaan arsip mungkin terdengar seperti pekerjaan administratif yang identik dengan tumpukan dokumen.

Namun, di balik aktivitas tersebut, ada proses penting untuk menjaga informasi tetap tertata dan mudah ditemukan kembali.

Pengalaman inilah yang bisa dipelajari mahasiswa melalui program Magang Kearsipan Batch 3 yang dibuka Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan.

Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengelolaan arsip selama tiga bulan, yakni November 2026 hingga Januari 2027.

Peserta juga berpeluang ditempatkan di salah satu dari 13 lokasi museum dan lembaga terkait, termasuk Galeri Nasional Indonesia, Museum Benteng Vredeburg, serta Balai Konservasi Borobudur.

Bukan hanya menata dokumen

Selama magang, peserta akan terlibat dalam sejumlah kegiatan kearsipan.

Pekerjaannya meliputi pendataan dan pemberkasan arsip, penataan arsip inaktif yang belum teratur, penyusutan arsip, hingga alih media arsip.

Rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana arsip dikelola secara sistematis.

Peserta tidak hanya belajar mengenai teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengenal proses kerja kearsipan secara langsung.

Baca Juga: Tak Harus Punya KTP Jakarta, Gubernur Pramono Buka Layanan Kesehatan bagi Semua Korban Asap Karhutla

Pengalaman ini relevan bagi mahasiswa yang tertarik berkarier di bidang perpustakaan, informasi, kearsipan, administrasi, maupun pengelolaan dokumen.

Keterampilan mengatur data, bekerja secara teliti, dan menggunakan perangkat digital juga dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.

Meski demikian, program ini merupakan magang tanpa bayaran atau unpaid internship.

Sebagai gantinya, peserta akan memperoleh sertifikat, surat keterangan, serta kesempatan membangun jejaring profesional.

Karena itu, calon peserta perlu mempertimbangkan manfaat pembelajaran yang ditawarkan sekaligus kesiapan waktu dan biaya selama mengikuti program.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.