Jakarta

Berawal dari Tugas Kuliah, Wisudawan Terbaik Untidar Ciptakan Aplikasi Belajar Matematika

Anggerhana Denni Rahmawati | 19 Oktober 2026, 18:15 WIB
Berawal dari Tugas Kuliah, Wisudawan Terbaik Untidar Ciptakan Aplikasi Belajar Matematika
Belajar coding dari YouTube, mahasiswi Untidar ciptakan aplikasi matematika berhak cipta. - Untidar

AKURAT JAKARTA - Tugas kuliah tidak selalu berakhir sebagai nilai di lembar penilaian.

Jika dikembangkan dengan serius, tugas tersebut bisa menjadi karya yang bermanfaat bagi banyak orang.

Hal ini dibuktikan Fatika Hayu Ariyani, wisudawan terbaik Universitas Tidar (Untidar) yang berhasil menciptakan aplikasi pembelajaran matematika berbasis Android.

Lulus pada Oktober 2026 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,99, Fatika tidak hanya menonjol dari sisi akademik.

Mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untidar, itu juga mengembangkan aplikasi bernama Serlida untuk membantu siswa memahami materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).

Menariknya, Fatika tidak memulai pengembangan aplikasi dengan kemampuan coding yang sudah matang.

Ia justru mempelajari cara membuat aplikasi secara mandiri melalui video tutorial di YouTube.

Belajar Membuat Aplikasi dari Nol

Serlida bermula dari tugas mata kuliah Media Pembelajaran.

Saat itu, Fatika mengembangkan media belajar yang dapat membantu siswa memahami SPLDV melalui cara yang lebih menarik dan interaktif.

Baca Juga: Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata

Untuk mewujudkan idenya, ia memanfaatkan Kodular, platform pembuat aplikasi berbasis no-code yang memungkinkan pengguna mengembangkan aplikasi tanpa harus menulis banyak kode pemrograman.

Fatika mempelajari platform tersebut secara otodidak. Proses belajar mandiri ini menjadi bagian penting dari pengembangan Serlida hingga akhirnya dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis Android.

Aplikasi tersebut menyajikan materi SPLDV melalui penjelasan tertulis dan video.

Siswa juga dapat mempelajari empat metode penyelesaian, yakni substitusi, eliminasi, campuran, dan grafik.

Karya Fatika bahkan telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas namanya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.