Jakarta

Roblox Dipakai untuk Belajar Matematika, Ide Mahasiswa Untidar Ini Antarkannya Jadi Wisudawan Terbaik

Anggerhana Denni Rahmawati | 4 Oktober 2026, 20:15 WIB
Roblox Dipakai untuk Belajar Matematika, Ide Mahasiswa Untidar Ini Antarkannya Jadi Wisudawan Terbaik
Roblox jadi jalan Farid lulus tanpa skripsi dan raih IPK 3,99. - Untidar

AKURAT JAKARTA - Bagi sebagian anak, Roblox mungkin hanya menjadi permainan untuk mengisi waktu luang.

Namun, bagi Farid Azhar, game tersebut justru bisa menjadi pintu masuk untuk membuat matematika terasa lebih dekat dengan kehidupan siswa.

Ide tersebut mengantarkan Farid, lulusan S1 Pendidikan Matematika Universitas Tidar (Untidar), Magelang, pada sebuah penelitian yang menggabungkan Roblox, matematika, dan budaya lokal.

Penelitiannya bahkan membuat Farid bisa menyelesaikan pendidikan sarjana tanpa skripsi dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada wisuda Untidar ke-75.

Farid mengembangkan modifikasi game Roblox yang mengintegrasikan konsep etnomatematika dengan candi-candi di wilayah Magelang.

Penelitiannya berjudul “Development Of Geoarcala Roblox Game Integrating Ethnomathematics Of Magelang Temples To Enhance Critical Thinking Ability” dan telah dipublikasikan di portal Sinta 2.

Alih-alih meminta siswa mempelajari matematika hanya melalui soal di buku, Farid mencoba memasukkan konsep tersebut ke dalam dunia yang sudah akrab dengan anak-anak.

“Game Roblox populer di kalangan anak sekolahan. Hal ini menginspirasi untuk membuat modifikasi game ini dengan matematika, khususnya matematika sambil mengenalkan candi-candi di wilayah Magelang,” kata Farid di laman Untidar, dikutip Minggu (4/10/2026).

Dalam penelitian tersebut, Farid menguji konsep geometri tabung melalui Roblox kepada siswa kelas 9 SMPN 1 Salaman.

Siswa diajak menjelajahi sejumlah candi di Magelang sekaligus menyelesaikan tantangan matematika selama permainan.

Baca Juga: Selama 14 Tahun Digelar Siang, Gandrung Sewu Banyuwangi Kini Tampil di Bawah Cahaya Malam

“Siswa diajak mempelajari matematika dengan cara yang mereka sukai atau menyenangkan,” tambahnya.

Kasus Farid menunjukkan bahwa game yang selama ini kerap dianggap hanya sebagai hiburan ternyata dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang berbeda.

Roblox tidak sekadar menjadi tempat bermain, tetapi diubah menjadi ruang bagi siswa untuk berlatih matematika dan mengenal lingkungan budaya di sekitar mereka.

Prestasi Farid tidak berhenti pada penelitiannya.

Ia lulus dengan IPK 3,99 dan menyelesaikan kuliah dalam waktu 3 tahun 9 bulan 8 hari.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.