Jakarta

Kuliah Sambil Bekerja, Anak Penjual Nasi Uduk Ini Justru Jadi Wisudawan Terbaik FEB UNJ

Anggerhana Denni Rahmawati | 21 Oktober 2026, 15:15 WIB
Kuliah Sambil Bekerja, Anak Penjual Nasi Uduk Ini Justru Jadi Wisudawan Terbaik FEB UNJ
Bukan lahir dari keluarga kaya, Al Finsih buktikan keterbatasan bukan akhir perjuangan. - UNJ

AKURAT JAKARTA - Keterbatasan ekonomi tidak selalu menghentikan langkah seseorang untuk meraih pendidikan tinggi.

Bagi Muhamad Al Finsih, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kondisi keluarga yang sederhana justru menjadi salah satu alasan untuk terus berjuang menyelesaikan kuliah dengan sebaik-baiknya.

Putra dari ibu yang berjualan nasi uduk dan ayah yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring ini berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ.

Penghargaan tersebut diterimanya dalam Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Sesi I di GOR UNJ pada Senin (19/10/2026).

Pencapaian Al Finsih menarik dilihat bukan hanya dari hasil akademiknya, tetapi juga dari proses panjang yang harus dijalani.

Di tengah tuntutan perkuliahan, ia mengandalkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) dan bekerja secara jarak jauh untuk membantu memenuhi kebutuhan selama kuliah.

Bertahan di Tengah Tekanan Kuliah dan Pekerjaan

Menjalani kuliah sambil bekerja bukan perkara mudah.

Al Finsih harus membagi waktu, tenaga, dan perhatian agar pekerjaan tetap berjalan tanpa mengorbankan tanggung jawab akademiknya.

Situasi ini menggambarkan pentingnya resiliensi akademik, yakni kemampuan seseorang untuk bertahan, beradaptasi, dan terus berusaha ketika menghadapi kesulitan dalam pendidikan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Aturan Berpakaian, Wisatawan ke Candi Arjuna Dieng Diajak Belajar Menghormati Budaya

Mahasiswa yang mengalami tekanan tidak selalu memiliki kondisi ideal untuk belajar.

Sebagian harus memikirkan biaya hidup, pekerjaan, dan kewajiban akademik secara bersamaan.

Dalam kondisi tersebut, kemampuan mengatur waktu dan menjaga konsistensi menjadi bekal penting.

Al Finsih menyadari bahwa menyelesaikan kuliah bukan hanya tentang mendapatkan nilai bagus, tetapi juga menuntaskan tanggung jawab yang telah dipercayakan kepadanya.

"Selalu ingat siapa diri kita, apa tujuan kita, dan kepercayaan orang-orang yang telah memberikan amanah kepada kita untuk menyelesaikan tugas dan kewajiban sampai selesai," ungkap Al Finsih dikutip dari laman UNJ, Rabu (21/10/2026).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.