Jakarta

Bukan Sekadar Aturan Berpakaian, Wisatawan ke Candi Arjuna Dieng Diajak Belajar Menghormati Budaya

Anggerhana Denni Rahmawati | 21 Oktober 2026, 12:15 WIB
Bukan Sekadar Aturan Berpakaian, Wisatawan ke Candi Arjuna Dieng Diajak Belajar Menghormati Budaya
Berwisata bukan berarti bebas berperilaku, aturan di Candi Arjuna Dieng jadi pengingat. - travelspromo.com

AKURAT JAKARTA - Berwisata ke tempat bersejarah tidak selalu berarti pengunjung bisa berperilaku sebebas-bebasnya.

Ada nilai, kebiasaan, dan aturan yang perlu dihormati, terutama ketika destinasi yang dikunjungi juga berfungsi sebagai tempat ibadah.

Hal ini terlihat di Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, yang mewajibkan wisatawan mengenakan kain tradisional bermotif batik sebelum memasuki kawasan candi.

Aturan tersebut bukan sekadar ketentuan berpakaian untuk wisatawan.

Di balik kain jarik yang dililitkan di pinggang, terdapat pesan tentang pentingnya memahami batas antara ruang wisata dan ruang yang memiliki nilai sakral bagi masyarakat.

Kain jarik menjadi pengingat untuk menghormati tempat suci

Wisatawan yang ingin memasuki Kompleks Candi Arjuna wajib mengenakan kain jarik sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan situs tersebut.

Kawasan ini tidak hanya menjadi tujuan wisata sejarah, tetapi juga masih digunakan untuk kegiatan ibadah dan ritual keagamaan umat Hindu.

Pengunjung yang tidak membawa kain sendiri tidak perlu khawatir.

Pengelola menyediakan kain jarik bernuansa hitam-putih khas Dieng di pos kayu menuju kompleks candi.

Baca Juga: Beasiswa Riset Baznas 2026 Buka Bantuan hingga Rp30 Juta, Jangan Abaikan Syarat Ini

Kain tersebut dihiasi motif gambar Candi Arjuna dan dapat digunakan secara gratis.

Setelah dililitkan di pinggang, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan untuk menikmati arsitektur candi dan suasana kawasan bersejarah tersebut.

Penggunaan kain ini tidak disertai ritual khusus.

Fungsinya adalah sebagai bentuk tata krama dan penyesuaian diri terhadap norma kesopanan di tempat yang dianggap sakral.

Setelah selesai berkunjung, wisatawan wajib mengembalikan kain kepada petugas.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.