Selama 20 Tahun Menanti S2, Ainun Buktikan Teknologi Bisa Membuka Jalan bagi Guru Disabilitas Netra

AKURAT JAKARTA - Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat untuk menunggu kesempatan melanjutkan pendidikan.
Namun, bagi Ainun, perjalanan panjang tersebut berakhir dengan keberhasilan menyelesaikan S2 Pendidikan Khusus di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Kisahnya bukan sekadar tentang meraih gelar, melainkan juga tentang perubahan teknologi yang membuka jalan bagi penyandang disabilitas netra untuk belajar lebih mandiri.
Saat menempuh pendidikan S1, Ainun belum memiliki akses teknologi pendukung seperti sekarang.
Ia masih bergantung pada bantuan orang lain untuk membacakan materi perkuliahan.
Kondisi itu membuat proses belajar yang seharusnya bisa dilakukan sendiri membutuhkan dukungan dari orang lain.
Setelah lulus sarjana, Ainun memilih mengabdi sebagai guru di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Ia menjalani karier sambil menunggu kesempatan untuk kembali ke bangku kuliah.
Teknologi Mengubah Cara Ainun Belajar
Kesempatan melanjutkan studi akhirnya datang.
Baca Juga: 90 Persen Siswa Indonesia Khawatir Bergantung pada AI, Takut Pintar Instan tapi Tak Paham
Ainun kembali ke almamaternya untuk mengambil S2 Pendidikan Khusus agar pendidikan yang ditempuh selaras dengan pekerjaan yang dijalaninya sehari-hari.
"Makanya sekarang ada kesempatan ngambil S2 di pendidikan khusus biar sesuai dengan lapangan kerjanya, tempat kerjanya," ujarnya dalam laman UPI, dikutip Kamis (22/10/2026).
Perbedaan paling terasa dibandingkan masa S1 adalah akses terhadap teknologi.
Kini, Ainun menggunakan laptop dengan pembaca layar NVDA untuk membaca informasi di layar, mengetik, dan mengerjakan tugas kuliah secara mandiri.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa teknologi bantu bukan sekadar perangkat tambahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs NEC Nijmegen di UEL, 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Beruntun
- 2Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 3Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 4Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 6Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 7Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 8Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





