Jakarta

Selama 20 Tahun Menanti S2, Ainun Buktikan Teknologi Bisa Membuka Jalan bagi Guru Disabilitas Netra

Anggerhana Denni Rahmawati | 22 Oktober 2026, 20:45 WIB
Selama 20 Tahun Menanti S2, Ainun Buktikan Teknologi Bisa Membuka Jalan bagi Guru Disabilitas Netra
Ainun, seorang disabilitas netra, kembali ke bangku S2 setelah 20 tahun. - UPI

AKURAT JAKARTA - Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat untuk menunggu kesempatan melanjutkan pendidikan.

Namun, bagi Ainun, perjalanan panjang tersebut berakhir dengan keberhasilan menyelesaikan S2 Pendidikan Khusus di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Kisahnya bukan sekadar tentang meraih gelar, melainkan juga tentang perubahan teknologi yang membuka jalan bagi penyandang disabilitas netra untuk belajar lebih mandiri.

Saat menempuh pendidikan S1, Ainun belum memiliki akses teknologi pendukung seperti sekarang.

Ia masih bergantung pada bantuan orang lain untuk membacakan materi perkuliahan.

Kondisi itu membuat proses belajar yang seharusnya bisa dilakukan sendiri membutuhkan dukungan dari orang lain.

Setelah lulus sarjana, Ainun memilih mengabdi sebagai guru di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Ia menjalani karier sambil menunggu kesempatan untuk kembali ke bangku kuliah.

Teknologi Mengubah Cara Ainun Belajar

Kesempatan melanjutkan studi akhirnya datang.

Baca Juga: 90 Persen Siswa Indonesia Khawatir Bergantung pada AI, Takut Pintar Instan tapi Tak Paham

Ainun kembali ke almamaternya untuk mengambil S2 Pendidikan Khusus agar pendidikan yang ditempuh selaras dengan pekerjaan yang dijalaninya sehari-hari.

"Makanya sekarang ada kesempatan ngambil S2 di pendidikan khusus biar sesuai dengan lapangan kerjanya, tempat kerjanya," ujarnya dalam laman UPI, dikutip Kamis (22/10/2026).

Perbedaan paling terasa dibandingkan masa S1 adalah akses terhadap teknologi.

Kini, Ainun menggunakan laptop dengan pembaca layar NVDA untuk membaca informasi di layar, mengetik, dan mengerjakan tugas kuliah secara mandiri.

Perubahan ini memperlihatkan bahwa teknologi bantu bukan sekadar perangkat tambahan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.