Jakarta

90 Persen Siswa Indonesia Khawatir Bergantung pada AI, Takut Pintar Instan tapi Tak Paham

Anggerhana Denni Rahmawati | 22 Oktober 2026, 18:45 WIB
90 Persen Siswa Indonesia Khawatir Bergantung pada AI, Takut Pintar Instan tapi Tak Paham
AI bikin tugas cepat selesai, tetapi siswa takut kehilangan kemampuan berpikir kritis. (BINUS University)

AKURAT JAKARTA - Kecerdasan buatan (AI) membuat kegiatan belajar terasa lebih mudah.

Siswa bisa mendapatkan ringkasan materi, penjelasan soal, hingga ide untuk mengerjakan tugas dalam waktu singkat.

Namun, kemudahan tersebut ternyata memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pelajar Indonesia.

Survei global HP Futures 2026 menemukan bahwa 90 persen siswa Indonesia yang disurvei merasa khawatir karena sering menggunakan AI.

Mereka menikmati proses belajar yang lebih cepat, tetapi takut tidak memahami materi secara mendalam.

Survei yang melibatkan lebih dari 6.000 pelajar di 37 negara ini dilakukan secara daring pada Mei–Juni 2026.

Sebanyak 2.097 responden berasal dari Indonesia, menjadi jumlah tertinggi dibandingkan negara lain dalam survei tersebut.

Belajar Cepat Belum Tentu Memahami Materi

Kekhawatiran pelajar Indonesia sejalan dengan temuan global.

Sebanyak 82 persen siswa yang disurvei khawatir AI membuat mereka tidak mempelajari materi secara mendalam.

Baca Juga: Bukan Sekadar Aturan Berpakaian, Wisatawan ke Candi Arjuna Dieng Diajak Belajar Menghormati Budaya

Fenomena ini dapat dipahami melalui konsep cognitive offloading, yakni ketika seseorang memindahkan sebagian beban berpikirnya kepada alat bantu eksternal.

Dalam konteks belajar, contohnya adalah meminta AI merangkum buku atau menjawab soal tanpa mencoba memahami prosesnya terlebih dahulu.

Cara tersebut memang dapat menghemat waktu.

Namun, jika siswa hanya menerima jawaban jadi, mereka berisiko kehilangan kesempatan untuk berlatih menganalisis, menghubungkan informasi, dan menyelesaikan masalah secara mandiri.

Meski begitu, penggunaan AI tidak otomatis membuat seseorang malas berpikir.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.