90 Persen Siswa Indonesia Khawatir Bergantung pada AI, Takut Pintar Instan tapi Tak Paham

AKURAT JAKARTA - Kecerdasan buatan (AI) membuat kegiatan belajar terasa lebih mudah.
Siswa bisa mendapatkan ringkasan materi, penjelasan soal, hingga ide untuk mengerjakan tugas dalam waktu singkat.
Namun, kemudahan tersebut ternyata memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pelajar Indonesia.
Survei global HP Futures 2026 menemukan bahwa 90 persen siswa Indonesia yang disurvei merasa khawatir karena sering menggunakan AI.
Mereka menikmati proses belajar yang lebih cepat, tetapi takut tidak memahami materi secara mendalam.
Survei yang melibatkan lebih dari 6.000 pelajar di 37 negara ini dilakukan secara daring pada Mei–Juni 2026.
Sebanyak 2.097 responden berasal dari Indonesia, menjadi jumlah tertinggi dibandingkan negara lain dalam survei tersebut.
Belajar Cepat Belum Tentu Memahami Materi
Kekhawatiran pelajar Indonesia sejalan dengan temuan global.
Sebanyak 82 persen siswa yang disurvei khawatir AI membuat mereka tidak mempelajari materi secara mendalam.
Baca Juga: Bukan Sekadar Aturan Berpakaian, Wisatawan ke Candi Arjuna Dieng Diajak Belajar Menghormati Budaya
Fenomena ini dapat dipahami melalui konsep cognitive offloading, yakni ketika seseorang memindahkan sebagian beban berpikirnya kepada alat bantu eksternal.
Dalam konteks belajar, contohnya adalah meminta AI merangkum buku atau menjawab soal tanpa mencoba memahami prosesnya terlebih dahulu.
Cara tersebut memang dapat menghemat waktu.
Namun, jika siswa hanya menerima jawaban jadi, mereka berisiko kehilangan kesempatan untuk berlatih menganalisis, menghubungkan informasi, dan menyelesaikan masalah secara mandiri.
Meski begitu, penggunaan AI tidak otomatis membuat seseorang malas berpikir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs NEC Nijmegen di UEL, 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Beruntun
- 2Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 3Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 4Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 6Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 7Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 8Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





