Jakarta

Layanan Perpipaan Air PAM Jaya Capai 83 Persen, Bantu Tahan Penurunan Muka Tanah di Jakarta

Laode Akbar | 1 November 2026, 13:53 WIB
Layanan Perpipaan Air PAM Jaya Capai 83 Persen, Bantu Tahan Penurunan Muka Tanah di Jakarta
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin, saat memaparkan hasil penelitian penurunan penggunaan air tanah di Jakarta. (Ist)

AKURAT JAKARTA – Perluasan layanan air perpipaan di Jakarta dinilai turut berkontribusi dalam memperlambat laju penurunan muka tanah (land subsidence) di Ibu Kota.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, indikasi perlambatan tersebut terlihat dalam hasil penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI yang membandingkan kondisi Jakarta pada periode 2018 hingga 2025.

Berdasarkan penelitian tersebut, sejumlah wilayah yang sebelumnya menunjukkan indikasi penurunan muka tanah secara signifikan mulai mengalami perubahan.

Hal itu terlihat dari semakin meluasnya area berwarna hijau di bagian selatan Jakarta.

Sementara itu, area berwarna merah di wilayah utara mulai berubah menjadi kuning dalam peta penelitian tersebut.

Baca Juga: Pajero Sport 2027 Siap Libas Segala Medan! Varian 4x4 dengan Mesin Diesel 2.4 Liter Tetap Jadi Primadona

Arief menilai, perubahan kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya penggunaan air perpipaan oleh masyarakat.

Pasalnya, ketersediaan layanan air bersih melalui jaringan pipa dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap pengambilan air tanah.

"Riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan bahwasannya masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan," kata Arief saat memaparkan hasil penelitian tersebut di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

Menurut Arief, capaian tersebut menunjukkan bahwa perluasan layanan air perpipaan tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Apresiasi Kontribusi UNTARA Bangun Desa Lewat KKN 2026

Ia turut mengapresiasi sinergi Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bersama PAM Jaya dalam memperluas akses layanan air perpipaan di Ibu Kota.

Arief menyebut, hasil penelitian Badan Geologi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perluasan cakupan pelayanan air perpipaan mulai memberikan dampak yang lebih luas.

"Ini sesuatu yang secara fakta, bahwasannya layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.