Layanan Perpipaan Air PAM Jaya Capai 83 Persen, Bantu Tahan Penurunan Muka Tanah di Jakarta

AKURAT JAKARTA – Perluasan layanan air perpipaan di Jakarta dinilai turut berkontribusi dalam memperlambat laju penurunan muka tanah (land subsidence) di Ibu Kota.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, indikasi perlambatan tersebut terlihat dalam hasil penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI yang membandingkan kondisi Jakarta pada periode 2018 hingga 2025.
Berdasarkan penelitian tersebut, sejumlah wilayah yang sebelumnya menunjukkan indikasi penurunan muka tanah secara signifikan mulai mengalami perubahan.
Hal itu terlihat dari semakin meluasnya area berwarna hijau di bagian selatan Jakarta.
Sementara itu, area berwarna merah di wilayah utara mulai berubah menjadi kuning dalam peta penelitian tersebut.
Arief menilai, perubahan kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya penggunaan air perpipaan oleh masyarakat.
Pasalnya, ketersediaan layanan air bersih melalui jaringan pipa dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap pengambilan air tanah.
"Riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan bahwasannya masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan," kata Arief saat memaparkan hasil penelitian tersebut di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).
Menurut Arief, capaian tersebut menunjukkan bahwa perluasan layanan air perpipaan tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Apresiasi Kontribusi UNTARA Bangun Desa Lewat KKN 2026
Ia turut mengapresiasi sinergi Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bersama PAM Jaya dalam memperluas akses layanan air perpipaan di Ibu Kota.
Arief menyebut, hasil penelitian Badan Geologi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perluasan cakupan pelayanan air perpipaan mulai memberikan dampak yang lebih luas.
"Ini sesuatu yang secara fakta, bahwasannya layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Ajax vs AZ Alkmaar di Eredivisie, 1 November 2026: Misi De Godenzonen Pertahankan Posisi Kedua
- 3Prediksi Skor Frosinone vs Torino di Serie A, 1 November 2026: Mampukah Canarini Lanjutkan Tren Impresif?
- 4Prediksi Skor Schalke 04 vs RB Leipzig di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Misi Sulit Royal Blues Menghentikan Dominasi Die Roten Bullen
- 5Prediksi Skor Augsburg vs Freiburg di Bundesliga, Sabtu 31 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Hentikan Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Paris FC vs AS Monaco di Ligue 1, 1 November 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman bagi Tim Tamu
- 7Prediksi Skor Levante vs Atletico Madrid di La Liga, 31 Oktober 2026: Ambisi Los Colchoneros Kudeta Puncak Klasemen
- 8Prediksi Skor Real Betis vs Malaga di La Liga, 1 November 2026: Misi Tuan Rumah Hentikan Tren Negatif
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

