Jakarta

Penumpang Kereta dan Laut Melonjak September 2026, Angkutan Udara Justru Turun

Yusuf Doank | 2 November 2026, 19:44 WIB
Penumpang Kereta dan Laut Melonjak September 2026, Angkutan Udara Justru Turun
Ilustrasi. https://akurat.sgp1.cdn.digitaloceanspaces.com/images/20260721-1798944539-0-bandara-ahmad-yani.jpg

AKURAT JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mayoritas moda transportasi di Indonesia mengalami kenaikan jumlah penumpang secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memaparkan bahwa tren pertumbuhan penumpang secara tahunan dialami oleh moda kereta api, penyeberangan (ASDP), dan angkutan laut domestik.

Sebaliknya, moda angkutan udara mencatatkan penurunan.

Baca Juga: Cedera Engkel, Ole Romeny Terancam Absen Bela Timnas Indonesia vs Yordania

"Secara tahunan, hampir semua moda mengalami peningkatan penumpang. Hanya angkutan udara domestik yang mengalami penurunan 12,39% dan angkutan udara internasional yang turun 2,92% dibandingkan September 2025," kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Rincian Pertumbuhan Penumpang Moda Transportasi

BPS mencatat performa jumlah penumpang tiap moda transportasi pada September 2026 sebagai berikut:

Kereta Api: Naik 7,83% (yoy) dengan total memberangkatkan 48,55 juta penumpang.

Angkutan Penyeberangan (ASDP): Naik 7,54% (yoy) menjadi 4,23 juta penumpang.

Angkutan Laut Domestik: Naik 2,61% (yoy) menjadi 2,45 juta penumpang.

Angkutan Udara Domestik: Turun 12,39% (yoy) menjadi 4,22 juta penumpang.

Angkutan Udara Internasional: Turun 2,92% (yoy) menjadi 1,74 juta penumpang.

Kinerja Angkutan Logistik dan Barang

Di sektor angkutan barang/logistik, moda angkutan laut domestik mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 10,81% (yoy) dengan mengangkut sebanyak 48,19 juta ton barang sepanjang September 2026.

Namun, penurunan volume pengangkutan barang terjadi pada moda kereta api yang terkoreksi 4,61% menjadi 5,97 juta ton, serta angkutan udara domestik yang menyusut 7,78% menjadi 47 ribu ton.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y