Bahasa Indonesia Sudah Diajarkan di Rusia Sejak 1950-an tapi Hingga Kini Masih Miliki 3 Kendala

AKURAT JAKARTA - Upaya memperkenalkan Bahasa Indonesia ke dunia internasional masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk di Rusia.
Meski pengajarannya telah berlangsung sejak akhir 1950-an, pengembangan Bahasa Indonesia di negara tersebut belum sepenuhnya berjalan optimal.
Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah keterbatasan jumlah tenaga pengajar, bahan ajar yang sesuai dengan karakter penutur bahasa Rusia, hingga keberlanjutan program pembelajaran.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah dalam memperluas penginternasionalan Bahasa Indonesia.
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Jose Tavares, mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia telah diajarkan di Universitas Negeri Moskow sejak akhir 1950-an.
Saat ini, bahasa nasional Indonesia tersebut juga dipelajari di HSE University.
Meski memiliki sejarah panjang, keberadaan program pembelajaran Bahasa Indonesia di Rusia masih membutuhkan penguatan agar dapat menjangkau lebih banyak pemelajar dan berkembang secara berkelanjutan.
Tiga Kendala Pengembangan Bahasa Indonesia di Rusia
Ada beberapa persoalan yang menjadi tantangan dalam pengajaran Bahasa Indonesia di Rusia.
Pertama, keterbatasan jumlah pengajar yang memiliki kemampuan untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada penutur asing.
Baca Juga: Mitsubishi Pajero Sport 2027 Bawa Torsi 430 Nm dan Penggerak 4x4, Ini Bocoran Spesifikasinya
Kedua, minimnya bahan ajar yang disesuaikan dengan karakteristik penutur bahasa Rusia.
Penyesuaian materi pembelajaran menjadi penting agar mahasiswa lebih mudah memahami struktur, kosakata, dan penggunaan Bahasa Indonesia.
Ketiga, keberlanjutan program pembelajaran juga menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.
Pengembangan bahasa asing tidak cukup hanya dengan membuka kelas, tetapi membutuhkan dukungan tenaga pengajar, materi pembelajaran, serta kerja sama akademik dalam jangka panjang.
Jose Tavares berharap Kongres Bahasa Indonesia di Rusia dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk mengatasi berbagai kendala tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Frosinone vs Torino di Serie A, 1 November 2026: Mampukah Canarini Lanjutkan Tren Impresif?
- 3Prediksi Skor Paris FC vs AS Monaco di Ligue 1, 1 November 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman bagi Tim Tamu
- 4Prediksi Skor Ajax vs AZ Alkmaar di Eredivisie, 1 November 2026: Misi De Godenzonen Pertahankan Posisi Kedua
- 5Prediksi Skor Lyon vs Angers di Ligue 1, 1 November 2026: Misi Les Gones Mengakhiri Tren Negatif
- 6Prediksi Skor Schalke 04 vs RB Leipzig di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Misi Sulit Royal Blues Menghentikan Dominasi Die Roten Bullen
- 7Prediksi Skor Union Berlin vs FC Koln di Bundesliga, 1 November 2026: Misi Balas Dendam Die Eisernen di Alten Forsterei
- 8Prediksi Skor Strasbourg vs Auxerre di Ligue 1, 1 November 2026: Misi Menghentikan Tren Buruk di Meinau
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




