Jakarta

Bahasa Indonesia Sudah Diajarkan di Rusia Sejak 1950-an tapi Hingga Kini Masih Miliki 3 Kendala

Anggerhana Denni Rahmawati | 2 November 2026, 21:15 WIB
Bahasa Indonesia Sudah Diajarkan di Rusia Sejak 1950-an tapi Hingga Kini Masih Miliki 3 Kendala
Ilustrasi belajar Bahasa Indonesia di Rusia. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Upaya memperkenalkan Bahasa Indonesia ke dunia internasional masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk di Rusia.

Meski pengajarannya telah berlangsung sejak akhir 1950-an, pengembangan Bahasa Indonesia di negara tersebut belum sepenuhnya berjalan optimal.

Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah keterbatasan jumlah tenaga pengajar, bahan ajar yang sesuai dengan karakter penutur bahasa Rusia, hingga keberlanjutan program pembelajaran.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah dalam memperluas penginternasionalan Bahasa Indonesia.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Jose Tavares, mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia telah diajarkan di Universitas Negeri Moskow sejak akhir 1950-an.

Saat ini, bahasa nasional Indonesia tersebut juga dipelajari di HSE University.

Meski memiliki sejarah panjang, keberadaan program pembelajaran Bahasa Indonesia di Rusia masih membutuhkan penguatan agar dapat menjangkau lebih banyak pemelajar dan berkembang secara berkelanjutan.

Tiga Kendala Pengembangan Bahasa Indonesia di Rusia

Ada beberapa persoalan yang menjadi tantangan dalam pengajaran Bahasa Indonesia di Rusia.

Pertama, keterbatasan jumlah pengajar yang memiliki kemampuan untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada penutur asing.

Baca Juga: Mitsubishi Pajero Sport 2027 Bawa Torsi 430 Nm dan Penggerak 4x4, Ini Bocoran Spesifikasinya

Kedua, minimnya bahan ajar yang disesuaikan dengan karakteristik penutur bahasa Rusia.

Penyesuaian materi pembelajaran menjadi penting agar mahasiswa lebih mudah memahami struktur, kosakata, dan penggunaan Bahasa Indonesia.

Ketiga, keberlanjutan program pembelajaran juga menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

Pengembangan bahasa asing tidak cukup hanya dengan membuka kelas, tetapi membutuhkan dukungan tenaga pengajar, materi pembelajaran, serta kerja sama akademik dalam jangka panjang.

Jose Tavares berharap Kongres Bahasa Indonesia di Rusia dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk mengatasi berbagai kendala tersebut.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.