Jakarta

Sejarah Jakarta: Asal Usul Roa Malaka, Ternyata Berasal dari Nama Pohon

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 27 Oktober 2023, 16:26 WIB
Sejarah Jakarta: Asal Usul Roa Malaka, Ternyata Berasal dari Nama Pohon

AKURAT JAKARTA - Roa Malaka merupakan salah satu kelurahan yang cukup populer dan strategis, yang ada di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Kelurahan yang memiliki kode pos 11230 ini berbatasan dengan Penjaringan, Pekojan, Pinangsia, dan Tambora.

Terdapat dua versi sejarah atau asal usul yang mengisahkan kenapa kemudian kawasan itu dinamakan Roa Malaka.

Versi pertama berkaitan dengan kondisi kawasan tersebut di masa lalu, yang kini jelas telah berubah jauh.

Baca Juga: Asyik! Transjakarta Tambah Rute Baru Mikrotrans JAK93 Rute Jeruk Purut — Kebayoran Lama

Konon, dulu kawasan itu merupakan rawa-rawa yang ditumbuhi banyak tanaman atau pohon Malaka.

Pohon Malaka sendiri merupakan salah satu pohon yang biasa tumbuh di daratan rendah. Karenya tak salah, jika pohon ini banyak tumbuh di daerah rawa.

Buah Malaka dari pohon Malaka ini biasa dijadikan atau diolah menjadi manisan. Pohon Malaka hampir mirip dengan pohon Ceremai.

Baca Juga: Krispatih, Endah N Rhesa, hingga AXL Drive Gelar Konser Gratis di Kopi Nako Monas, Cek Jadwalnya di Sini

Karena banyaknya Pohon Malaka yang tumbuh di rawa tersebut kemudian masyarakat menyebut dan menamai kawasan itu Roa Malaka.

Versi kedua, dikisahkan bahwa nama Roa Malaka diambil dari bahasa Portugis yakni Rua Malaka yang berarti Jalan Malaka.

Konon, kawasan itu dulu menjadi tawanan orang Portugis yang ditawan oleh kolonial Belanda, setelah mereka berhasil merebut Kota Malaka dari tangan Portugis.

Gubernur Malaka, Dom Luis Martins de Sousa Chiccoro pun jadi salah satu tawanan yang ada ditawan Belanda kala itu.

Baca Juga: Produk Anak Negeri, Erigo dan Bocorocco Resmi Jadi Fashion Apparel Timnas Indonesia 2024-2025

Tempat tawanan Portugis itu dinamakan Jonkersgracht yang dalam bahasa Velanda berarti Jalan Bangsawan. Namun lambat laun berubah menjadi Rua Malaka dan akhirnya menjadi Roa Malaka.

Kini, kawasan Roa Malaka telah berkembang pesat dan mengalami banyak perubahan. Kini, tidak ada rawa maupun pohon malaka di sana. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.