Jakarta

Sedikit yang Tahu Ternyata Ada Hari Tidur Sedunia, Ini Manfaat Tidur di Masa Pancaroba Menurut Praktisi Kesehatan Masyarakat

Sastra Yudha | 17 Maret 2024, 20:17 WIB
Sedikit yang Tahu Ternyata Ada Hari Tidur Sedunia, Ini Manfaat Tidur di Masa Pancaroba Menurut Praktisi Kesehatan Masyarakat

 

AKURAT JAKARTA - “Selamat hari tidur sedunia,”  kata Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama, melalui pesan singkat, Jumat 15 Maret 2024.

Mungkin sebagian besar dari kita tidak tahu bahwa ada perìngatan Hari Tidur Sedunia. Wong tidur aja kok diperingati.

Namun ternyata banyak manfaat tidur untuk kesehatan. Bahkan, dokter Ngabila menyarankan agar selama Ramadhan usahakan tetap bisa tidur minimal 7 jam dalam sehari.

“Bisa jam 21.00-04.00 atau jika terbangun di malam hari upayakan tidur lebih awal jam 20.00-02.00, lalu sempatkan tidur tambahan 1 jam sesudah sahur  atau setelah shalat subuh,” katanya.

Baca Juga: Bersama DPD Partai Golkar Jakarta Utara, Bang Zaki Gelar Safari Ramadhan dengan Memberikan Santunan untuk Yatim dan Dhuafa

 Lalu, apa manfaat tidur di masa pancaroba seperti saat ini?

 Ngabila mengatakan, musim pancaroba sangat rentan terkena penyakit menular pencernaan, pernafasan, DBD, dan lainnya. Hal itu disebabkan karena imunitas kita sedang menurun.

“Ya! Tidur dapat meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh untuk mencegah sakit,” katanya.

Tidur nyenyak dapat meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh dengan produksi sel T dan sel darah putih yang memainkan peran penting dalam respons sistem kekebalan terhadap virus. 

"Tidur juga menurunkan produksi hormon stres yang menghambat kemampuan sel T untuk membunuh patogen,” jelasnya.

Tidur yang cukup, selama 7-9 jam sehari, dapat memproduksi protein tinggi yang berperan dalam respons kekebalan tubuh dan membantu pelepasan dan produksi sitokin untuk membunuh berbagai kuman penyakit (antigen) dengan cepat.

Baca Juga: Kebakaran Jelang Sahur, 95 Rumah di Palmerah Ludes Dilalap Si Jago Merah 

Tidur yang cukup juga dapat meningkatkan respon sel memori imunitas atau antibodi baik alamiah atau didapat dari vaksinasi. 

Bahkan, lanjut Ngabila, bisa meningkatkan sampai 2 kali lipat pasca vaksinasi, untuk efektivitas melawan kuman dengan baik. 

“Sebaliknya, kalau kurang tidur justru akan menurunkan efektivitas vaksin atau antibodi dalam melawan kuman,” pungkasnya. (*)



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.