Dituding Jadi Penyebab Kemacetan, Sebuah Sekolah Swasta di Surabaya Diminta Bayar Iuran Jalan ke RW Sebesar 140 juta

AKURAT JAKARTA - Baru-baru ini viral di media sosial terkait perseteruan antara pihak sekolah swasta di Surabaya dengan warga terkait kenaikan iuran penggunaan jalan.
Iuran penggunaan jalan tersebut disebut tak masuk akal.
Karena pihak sekolah harus menyerahkan uang iuran masing-masing 35 juta ke 4 RW dilokasi sekitar sekolah.
Atas konflik tersebut, Armuji Walikota Surabaya menjadi mediator dari perselisihan antara pihak RW Mulyorejo dengan sekolah Petra.
"Awal mulanya itu masalah kenaikan iuran, jadi kami itu ada empat pak (RW). Dari RW 04, RW 05 sampai RW 07, awalnya itu (iuran) 32 juta per bulan per RW" kata salah seorang ketua RW dikutip dari akun X @dhemit_is_real.
"Pada bulan januari mengalami kenaikan, akhirnya kami sudah menyatakan ya sudah berarti kedudukan Petra tidak sama dengan RW. Dan juga mengenai jalan, kalau Petra tidak mau dibebankan pada jalan yang berada di depan tersebut ya monggo, buat jalan sendiri dibelakang" lanjutnya.
Dengan kata lain, para RW di sekitar sekolah Petra tidak akan membebankan iuran jalan apabila sekolah merasa keberatan.
Baca Juga: Berdarah Dingin, Israel Akui Telah Bunuh Dua Jurnalis Al Jazeera dan Tuduh Sebagai Anggota Hamas
Dan bisa membuat jalan sendiri secara satu pintu menuju ke sekolah.
Namun, menurut pihak sekolah, jalan tersebut adalah jalan umum.
Dan mereka sempat membayarkan uang jalan atas kesepakatan senilai 32 juta sebelum pada akhirnya mengalami kenaikan 35 juta.
Baca Juga: Pesona Kim Yeji, Atlet Tembak Asal Korea Selatan yang Curi Perhatian Publik
Lantaran itu dianggap menjadi pungutan liar jika iuran per bulan sekolah harus mengeluarkan uang sebesar 140 juta ke masing-masing RW.
Pihak sekolah juga melaporkan kepada Armuji bahwa selama membayar iuran penggunaan jalan tersebut.
Pihak sekolah tidak menerima laporan yang jelas dari RW terutama terkait pembayaran BPJS.
Baca Juga: Tampil Santai Tanpa Alat Bantu, Atlet Tembak Asal Turki Yusuf Dikec Berhasil Raih Medali Perak
"Harusnya pembayaran BPJS langsung struk, ini enggak, uang BPJS dititipkan ke namanya scurity. Nah pas kita tanya, apakah benar uang ini di bayarkan ke BPJS, (jawab scurity) ndak pak untuk beli rokok" ucap perwakilan sekolah Petra.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

