Jakarta

Ngeri, Gegara Gagal Atasi Banjir di Korea Utara, Kim Jong Un Eksekusi Mati 30 Pejabat Pemerintah

Titania Isnaenin | 7 September 2024, 09:41 WIB
Ngeri, Gegara Gagal Atasi Banjir di Korea Utara, Kim Jong Un Eksekusi Mati 30 Pejabat Pemerintah

 

AKURAT JAKARTA - Belakangan ini santer pemberitaan mengenai banjir bandang di Korea Utara.

Negara otoriter pimpinan Kim Jong Un ini buat warga dunia heboh lantaran ia telah mengeksekusi pejabat pemerintahnya yang telah gagal mitigasi banjir.

Banjir yang terjadi sekitar bulan Juli lalu itu setidaknya menewaskan ribuan orang yang membuat Kim Jong Un marah besar.

Baca Juga: KPK Batal Panggil Kaesang, Mahfud MD Langsung Ingatkan Kasus Anak Pejabat Negara Ini

Mengetahui negaranya hampir tenggelam, Kim Jong Un mengambil langkah tegas dengan menembak mati para pejabat pemerintah pada bulan Agustus lalu.

Salah satu stasiun TV Nasional Korea Utara bernama TV Chosun, dilansir dari Straits Time, kabar tersebut bocor usai Badan Intelien Nasional Korea Selatan memantau situasi di Korea Utara.

Menurut badan intelijen Korsel, mereka mendapat informasi soal pemberitaan eksekusi mati pejabat Korut yang gagal mitigasi bencana alam.

Baca Juga: Viral, Oknum Guru Matematika Aniaya Murid Gegara Senyum Ke Teman Beda Kelas

Ini dibuktikan juga dalam sebuah pertemuan antara Kim Jong Un dengan pejabat pemerintah.

Bahwasannya ia akan menghukum keras bagi pejabat yang mengabaikan tugas-tugas mereka.

Apalagi menurut Kim Jong Un mereka harus bertanggung jawab atas jatuhnya ribuan jiwa yang melayang karena terdampak banjir.

Baca Juga: Agar Tak Dicurigai, Pelaku Sempat Datang Ke Rumah Korban dan Ikut Yasinan, Sisanya Ikut Berbaur Dengan Warga Saat Mayat Korban Ditemukan

Adapun menurut informasi, peristiwa banjir tersebut merupakan suhu tertinggi Korea Utara selama 29 tahun terakhir.

Akibat peristiwa itu kurang lebih sebanyak 4.100 rumah terendam banjir.

Jalanan kota hingga rel kereta api juga tertutup air, yang terlihat hanya genangan air dimana-mana.

Sekitar 3.000 hektar tanah pertanian Kota juga tenggelam di Kota Sinuiju.

Baca Juga: Motifnya Sakit Hati Cinta Ditolak, Siswi SMP Dibunuh dan Dirudapaksa 4 Pelaku Dibawah Umur, Ayah Korban: Jangan Tinggalin Ayah Nak!

 

Besarnya banjir menjadi saksi ditemukannya beberapa mayat saat air mulai surut saat proses pembersihan tanah.

Media lokal memberitakan sebelumnya, tingginya debit air sampai mengharuskan Kim Jong Un turun tangan dan memimpin operasi penyelamatan menggunakan 10 helikopter dan sekoci militer. (*)

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.