Viral 11 Warga Sukabumi Jadi Korban Perdagangan Orang dan Disekap di Myanmar, SBMI: Berangkat Diiming-imingi Gaji Besar di Thailand

AKURAT JAKARTA - Media sosial digemparkan dengan sebuah video diduga penyekapan warga Indonesia di Myanmar.
Belasan warga Indonesia yang berasal dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tersebut meminta pertolongan.
Para warga dalam video yang beredar luas itu diduga adalah korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan disekap di wilayah konflik di Myanmar.
Baca Juga: Viral! Kasus Begal Payudara di Depok Terekam CCTV, Kini Sedang Dalam Proses Penyelidikan
Dalam video korban minta pertolongan yang beredar, para korban nampak duduk di sebuah ruangan dan berkumpul sambil sesekali menundukkan kepala.
Mereka nampak putus asa hingga meminta dipulangkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.
“Kalau pertama diajaknya itu ke Thailand, tetapi lama-kelamaan di sana dipindah ke Myanmar. Awalnya kerjanya di pabrik, tetapi ke sananya enggak jelas informasinya kerjanya di mana,” kata Dania.
Baca Juga: Viral, Pemuda di Samarinda Kena Tendang Paspampers Saat Ingin Foto Dengan Jokowi, Istana Buka Suara
Pihak keluarga sendiri mengaku merasa cemas dengan adanya kabar tersebut dan berharap agar Pemerintah Indonesia dapat membantu memulangkan keluarganya itu dari Myanmar.
“Iya berharap pengin cepat dipulangkan saja, kasihan, mudah-mudahan pemerintah juga bisa membantu kepulangan paman saya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) DPC Sukabumi Jejen Nurjanah mengatakan, jika total korban penyekapan yang sudah terdata oleh SBMI ada sekitar 11 warga Kabupaten Sukabumi.
"Awalnya, ada enam korban yang melapor ke kami, kemudian ada penambahan dua orang sehingga totalnya ada delapan orang yang sudah melapor. Sementara tiga korban lainnya dari pihak keluarga belum datang untuk membuat pengaduan atau melapor," kata Ketua SBMI Kabupaten Sukabumi Jejen Nurjanah di Sukabumi seperti dikutip dari Antara.
“Informasi yang kami terima, 11 korban mengalami penyekapan dan dipekerjakan sebagai penipu berbasis daring. Selain itu, keselamatan mereka pun terancam karena seperti diketahui Myanmar saat ini tengah terjadi konflik," tambahnya.
Para korban TPPO berangkat ke Thailand menggunakan visa kunjungan dan kemudian dipindahkan ke Myanmar.
"Jelas ini TPPO karena dia diberangkatkan dengan iming-iming gaji yang besar, kerjanya di Thailand. Kerjanya jadi admin salah satu perusahaan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Paderborn vs Stuttgart di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Home Deluxe Arena
- 7Prediksi Skor Union Berlin vs Elversberg di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Keterpurukan?
- 8Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







