Mantan Timses dan Orang Dekat Anies Baswedan Jadi Tersangka Korupsi Impor Gula, Siapa Dia? Berikut Profilnya

AKURAT JAKARTA - Salah satu co-captain Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) untuk Pilpres 2024 ditetapkan menjadi tersangka korupsi impor gula.
Mantan Timses dan orang dekat Anies itu adalah Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong.
Ia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi importasi gula oleh Penyidik Kejaksaam Agung (Kejagung).
Pria yang pernah menjabat Menteri Perdagangan di pemerintahan Jokowi ini, langsung ditahan usai jadi tersangka.
Baca Juga: Agus Ungkap Alasan Sebut Novi Kejam di Podcast Uya Kuya, Warganet: Semakin Gak Respect
Tom Lembong adalah bekas anak buah Presiden Jokowi Widodo (Jokowi). Namun, ia dikenal lebih dekat dengan Anies Baswedan.
Kedekatan Tom Lembong dengan Anies terjadi sejak sebelum Pilpres 2024, hingga saat ini.
Bahkan, Ketika Anies digadang-gadang akan maju Pilkada Jakarta, nama Tom Lembong selalu ada di belakangnya.
Tom Lembong juga disebut-sebut sebagai salah satu inisiator pendirian Partai Perubahan Indonesia, yang disebut sebagai partai besutan Anies Baswedan.
Pria kelahiran 4 Maret 1971 tersebut dikenal sebagai politikus, bankir dan ekonom yang cukup tenar di Indonesia.
Sejak kecil hingga usia 10 tahun, tersangka Tom Lembong sekolah dasar di Jerman dan kembali ke Indonesia untuk meneruskan pendidikan sekolah dasarnya dan lanjut SMP di Sekolah Regina Pacis.
Menginjak masa SMA, Tom Lembong lalu pindah me Boston, Massachusetts, Amerika Serikat dan kuliah di Universitas Harvard, lalu lulus kuliah S1 pada tahun 1994.
Setahun setelah lulus, Tom Lembong lalu bekerja pada Divisi Ekuitas Morgan Stanley di Singapura tahun 1995.
Selanjutnya, pada tahun 1999-2000, Tom Lembong bekerja jadi bankir investasi di Deutsche Securities Indonesia.
Kemudian pada tahun 2000-2002, Tom Lembong dipercaya untuk jadi Kepala Divisi sekaligus wakil presiden senior di Balao Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Selanjutnya, Tom Lembong memilih kerja di Farindo Investments dari 2002-2005. Karier Tom Lembong semakin moncer.
Pada tahun 2006 dia menjadi pendiri sekaligus direktur utama perusahaan asal Singapura bernama Quvat Management.
Pada tahun yang sama dia juga jadi Presiden Komisaris PT Graha Layar Prima Tbk dari tahun 2012 hingga 2014.
Pada tahun 2013, Tom Lembong akhirnya masuk ke pemerintahan dan menjabat jadi penasihat ekonomi Joko Widodo, sewaktu masih menjabat gubernur DKI Jakarta.
Tom Lembong terus melanjutkan jabatan di pemerintahan sejak Jokowi jadi gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI, sebagai penasihat ekonomi.
Baca Juga: Asyik, Wacana Madrasah Gratis di Jakarta Masuk Tahap Pembahasan
Selanjutnya, pada Agustus 2021, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan, menunjuk Tom Lembong jadi Ketua Dewan PT Jaya Ancol.
Dari sinilah disebut-sebut awal mula kedekatan Tom Lembong dengan Anies Baswedan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

