Jakarta

Ini Identitas 3 Oknum TNI AL Tersangka Penembakan Bos Rental Mobil di Rest Area Tangerang, Kepada Atasan Ngakunya Dikeroyok 15 Orang

Sastra Yudha | 7 Januari 2025, 13:28 WIB
Ini Identitas 3 Oknum TNI AL Tersangka Penembakan Bos Rental Mobil di Rest Area Tangerang, Kepada Atasan Ngakunya Dikeroyok 15 Orang

AKURAT JAKARTA - Kasus penembakan di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak turut menyeret tiga oknum anggota TNI AL. Kini, ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal tersebut dibenarkan oleh Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI), Laksamana Madya Denih Hendrata, dalam konferensi pers di Markas Koarmada, Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2025) kemarin.

Denih Hendrata juga mengungkapkan bahwa ketiga oknum TNI AL yang terlibat dalam penembakan yang menewaskan bos rental mobil inisial IAR (49) dan melukai anggota ARMI inisial RAB (58), berasal dari satuan khusus pasukan elite TNI AL dan dari kapal TNI AL.

Baca Juga: Tak Hanya Sanitren, Intan Nurul Hikmah Akan Beri Bantuan Sarana dan Prasarana untuk Pesantren di Kabupaten Tangerang

"Kalau bicara satuan, dari tiga orang itu, dua dari satuan Kopaska Armada I, dan satu itu adalah dari KRI Bontang," kata Laksamana Madya Denih Hendrata.

Dua anggota TNI AL dari Kopaska masing-masing inisial Sertu (Sersan Satu) AA dan Sertu RH. Sedangkan satu lagi yang berasal dari Kapal KRI Bontang adalah Kelasi Kepala (KLK) BA.

Diketahui, Kopaska adalah Komando Pasukan Katak, sebuah unit khusus pasukan elite milik TNI AL.

Ketiganya kini sudah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan di Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal).

Lebih lanjut, Laksamana Madya Denih Hendrata mengungkapkan, dirinya menerima laporan terkait penembakan itu, pada 2 Januari 2025 malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Laporan awal yang dia terima, bahwa ada tiga anggotanya yang berada di Pangkalan Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami pengeroyokan oleh belasan orang.

"Di mana mereka mengalami pengeroyokan oleh sekitar 15 orang tak dikenal di Rest Area KM 45 Tol Merang-Tangerang," kata Denih.

Baca Juga: Emosi Karena Shin Tae Yong Dipecat, Admin Whoosh Kena Sanksi Usai Ketahuan Komen Pakai Kata Kasar

Dalam peristiwa itu, disebutkan bahwa salah satu tentara melepaskan tembakan yang menewaskan satu orang dan melukai satu orang.

"Insiden berpangkal dari permasalahan pokok yaitu pembelian mobil. Dalam insiden tersebut diakui bahwa salah satu anggota melakukan tindakan penembakan. Setelah diketahui, kejadian mengakibatkan korban satu orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka," katanya.

Kronologi Peristiwa Versi Anak Korban

Sebelumnya, Rizky Agam (24) yang merupakan putra korban IAR (48), bos rental mobil, menceritakan bahwa peristiwa ini berawal dari sewa-menyewa mobil.

Rizky Agam yang ikut dalam rombongan korban mengatakan, pada tanggal 31 Desember 2024 lalu, mobil BRIO miliknya disewa oleh seorang pria bernama Ajat Sudrajat. Estimasi sewa selama 3 hari.

Namun pada tanggal 1 Januari 2025, sekitar pukul 23.00 WIB, GPS yang ada di dalam mobil BRIO tersebut tiba-tiba dicabut, sehingga korban tidak bisa memantau pergerakan mobilnya.

Posisi terakhir mobil BRIO tersebut berada di daerah Pandeglang, Banten. Curiga mobilnya dicuri, korban bersama tujuh orang berangkat ke Pandeglang untuk mencari mobilnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Kemenag dan Komisi VIII DPR Akhirnya Sepakati Biaya Haji 2025 Turun Jadi Rp 55,43 Juta

"Kami berangkat tujuh orang dari Rajeg (Kabupaten Tangerang) menuju Pandeglang. Sesampainya di sana, kami berpapasan dengan mobil kami yang disewa itu di daerah Saketi (Pandeglang)," ungkap Agam.

Rombongan korban lalu menghentikan mobil BRIO tersebut. Namun ternyata, mobil BRIO yang disewa Ajat Sudrajat sudah berpindah tangan.

Seorang pria membawa senjata api turun dari mobil rental miliknya tersebut. Pria tersebut mengaku sebagai anggota TNI dan mengancam korban.

"Iya saya dengar, dia bilang: 'saya anggota TNI AU'. Itu waktu di Saketi pas tanggal 1 Januari," ungkapnya.

Karena takut, rombongan korban kemudian minggir dan membiarkan mobil dibawa pelaku.

"Kita sebagai warga sipil gak berani ambil tindakan, akhirnya kita beri ruang untuk dia lari, jadi dia kabur," katanya.

Korban bersama rombongan kemudian meminta bantuan ke Polsek Cinangka, Polres Cilegon. "Kami sempat minta pendampingan polisi di Polsek Cinangka," kata Rizky Agam.

Namun, permintaan bantuan tersebut ditolak Polsek Cinangka. "Bahkan, anggota Polsek Cinangka sempat menghubungi Kapolsek Cinangka, tapi tetap ditolak dan keberatan untuk memberikan pengamanan kepada kami," ucapnya.

Akhirnya, korban kembali membuntuti mobil rental miliknya yang dibawa pelaku. Korban juga menghubungi tim Asosiasi Rental Mobil Indonesia (ARMI) dan meminta bantuan untuk mengamankan mobil rental tersebut.

"Tetap kami ikuti, tapi berjarak dengan mobil Brio yang dibawa pelaku," ungkapnya lagi.

Baca Juga: SIMAK! Berikut Informasi Seputar Konser Perdana BoyNextDoor di Jakarta: Lokasi, Tanggal dan Harga serta Jadwal Penjualan Tiketnya

Sempat terjadi kejar-kejaran antara korban dengan pelaku, mulai dari daerah Saketi Anyer hingga lokasi penembakan di rest area Tol Tangerang.

Namun, ternyata pria yang berada di mobil BRIO rental tersebut dikawal oleh satu mobil hitam.

Sesampainya di Rest Area Tangerang-Merak, tim ARMI dan korban beserta anaknya berusaha mengambil mobil rental tersebut.

Namun, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan sebanyak lima kali. "Ternyata dari mobil yang ngawal mobil Brio itu nembak dan kena ke ayah saya. Satu korban lagi dari anggota ARMI," ucapnya.

Usai melepas tembakan, para pelaku langsung melarikan diri. Mobil BRIO juga sempat dibawa pelaku, sebelum akhirnya ditinggal di Balaraja.

"Mobilnya (BRIO) tetap dibawa pas abis nembak itu. Tapi ditinggal di wilayah Balaraja Timur," katanya. (*)

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.