Pagar Misterius Sepanjang 30 Km Membentang di Laut Tangerang, Pemerintah Sebut Tak Tau Milik Siapa

AKURAT JAKARTA - Sedang viral di media sosial, sebuah pagar misterius membentang disepanjang pesisir Tangerang, Banten.
Pagar berbahan bambu setinggi 6 meter tersebut terlihat dipasang sejauh 30,16 kilometer yang melintas di 6 kecamatan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, Eli Susiyanti dalam diskusi "Permasalahan Pemagaran Laut di Tangerang Banten," yang digelar di Mina Bahari IV, Jakarta pada Selasa (7/1) lalu itu menuturkan bahwa pagar telah memasuki kecamatan- kecamatan berikut.
Antara lain tiga desa di Kecamatan Kronjo, tiga desa di Kecamatan Kemiri, empat desa di Kecamatan Mauk satu desa di Kecamatan Sukadiri, dan tiga desa di Kecamatan Pakuhaji, dan dua desa di Kecamatan Teluknaga.
Baca Juga: Komisi X DPR RI Bakal Panggil PSSI Imbas Pemecatan Shin Tae Yong
Pemagaran Tak Berizin
Lebih lanjut, Eli menyebut bahwa pemagaran dilakukan tanpa izin.
Baik izin dari camat maupun kepala daerah setempat yang diketahui saat susur laut bersama petugas gabungan.
"Terakhir kami melakukan inspeksi gabungan bersama-sama dengan TNI Angkatan laut Polairud, kemudian dari PSDKP, dari PUPR, dari Satpol PP, kemudian dari Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, kami bersama-sama melaksanakan investigasi disana dan panjang lautnya sudah mencapai 13,12 Km terakhir malah sudah 30 Km," tutur Eli.
Baca Juga: Masuk ke Indonesia, Kemenkes Tegaskan HMPV Bukan Virus Baru, Sudah Ada Sejak Tahun 2001
Siapa pemilik pagar di Laut Tangerang?
Mirisnya, pagar sepanjang itu pemerintah mengaku tak tahu menahu soal siapa pemilik dibalik pagar misterius.
Menurut Direktur KKP, Suharyanto pemilik dibalik pagar ilegal itu masih ditelusuri.
Surhayanto pun tak bisa memastikan apakah pagar tersebut untuk reklamasi ataukah bukan.
Mengingat tidak ada perizinan yang masuk terkait pagar di kawasan PSN PIK 2.
"Kita tidak tahu, itu (reklamasi) baru kita ketahui ketika ruang laut itu diajukan permohonan dan dalam permohonannya ada proposalnya. Ini kan tidak ada," jawabnya melansir dari CNN Indonesia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








