Jakarta

Grobogan Gempar! Bu Guru Mesum dengan Siswa SMP di Rumahnya hingga Digerebek Warga, Begini Kronologi Menurut Polisi

Sastra Yudha | 9 Januari 2025, 07:22 WIB
Grobogan Gempar! Bu Guru Mesum dengan Siswa SMP di Rumahnya hingga Digerebek Warga, Begini Kronologi Menurut Polisi

AKURAT JAKARTA - Viral di media sosial, seorang guru perempuan salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, digerebek warga sedang mesum dengan muridnya.

Bu Guru mesum tersebut berinisial ST (35). Ia mengajak berhubungan badan seorang siswa kelas 9 SMP.

Ironisya, perzinahan itu dilakukan di rumahnya. Bukan hanya sekali, tapi beberapa kali.

Baru-baru ini, aksi mesum Bu Guru ST dan muridnya itu kepergok warga, hingga akhirnya digerebek. Si siswa pun sempat dipukuli keluarga Bu Guru ST.

Baca Juga: All New Innova Reborn 2025: Mobil MPV Keluarga Modern yang Futuristik dan Tangguh dengan Mesin Hybrid

Kabar tersebut beredar di sejumlah akun media sosial dan bikin gempar warganet.

Kini, kasus perzinahan Bu Guru dengan anak muridnya yang masih di bawah umur tersebut sedang diusut polisi.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Grobogan, Ipda Yusuf Al Hakim, mengatakan bahwa kasus ini berawal saat siswa SMP tersebut curhat kepada Bu Guru ST.

Disebutkan bahwa siswa SMP tersebut selama ini tinggal bersama kakeknya. Namun belakangan, ia mengaku sering ribut dengan kakeknya tersebut.

"Korban tinggal di rumah bersama kakeknya. Karena si anak ini sering dimarahi kakeknya, dia curhat kepada gurunya. Kemudian, gurunya ini memfasilitasi, diminta tinggal di rumahnya," kata Ipda Yusuf, Rabu (8/1/2025).

Lebih lanjut, Ipda Yusuf mengatakan, Bu Guru ST sempat berupaya mencarikan kos untuk si siswa.

Bu Guru yang mau bayari kos-kosannya. Namun akhirnya si siswa memilih tinggal sementara di rumah Bu Guru ST.

Kasus penggerebekan berawal saat Bu Guru ST pamit kepada ayahnya yang tinggal tak jauh dari rumahnya, untuk pergi menjenguk anaknya yang berada di pondok pesantren.

Baca Juga: Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Langsung Dihadapkan 2 Laga Berat, Apakah Mampu? Berikut Rekam Jejaknya di Sepakbola

Si siswa ditinggal sendirian rumah. "Anak itu diinapkan di rumah guru tiga hari," katanya.

Suatu hari, ayah Bu Guru ST sedang bersih-bersih halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba ia mendengar suara batuk dari dalam rumah Bu Guru ST. Ia curiga ada maling masuk ke rumah anaknya.

"Bapaknya guru ini pas bersih-bersih rumah di belakang mendengar suara batuk. Nah bapaknya kaget. 'Anakku pamit jenguk anaknya di pondok, kok ada suara orang batuk di dalam rumah'. Dicek, dikira maling. Didobrak. Bocah itu ngumpet di bawah kursi, rambutnya ditarik," jelas Yusuf.

Namun, dari keterangan sementara para saksi, Yusuf membantah terjadi penggerebekan warga saat Bu Guru ST mesum dengan muridnya, seperti kabar yang beredar di media sosial.

"Dari keterangan saksi, nggak ada penggerebekan," jelas Yusuf.

Saat ini, polisi mengaku sedang mengusut kasus penganiayaannya. Enam saksi sudah diperiksa.

"Pokok yang kita tangani penganiayaan terhadap bocah itu. Terlapor orang tua guru. Ada enam saksi," ungkapnya.

Baca Juga: Ketua Timses Pramono-Rano Minta Pendukungnya Datang dengan Tertib Saat Penetapan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Terpilih oleh KPU, Kamis Besok

Terkait dugaan perzinahan Bu Guru dengan si siswa selama tinggal di rumahnya, sedang diselidiki polisi. Kabarnya, si siswa sedang menyiapkan kuasa hukum atau pengacara.

 

Polisi Berikan Pendampingan Psikologis ke Siswa

Polres Grobogan masih menyelidiki kasus dugaan Bu Guru mesum dengan siswa SMP. Pihaknya juga sudah menghubungi orang tua siswa SMP tersebut.

Ipda Yusuf mengatakan, orang tua siswa SMP itu saat ini masih di luar kota. "Kita sudah komunikasi ke orang tua korban. Namun orang tua korban masih di Boja, Kendal," kata Yusuf, Rabu (8/1/2025).

Ia menjelaskan, polisi terus mengumpulkan informasi terkait kasus asusila tersebut. Meski belum ada laporan resmi, polisi bisa melakukan penyelidikan.

"(Polisi) sedang melaksanakan serangkaian penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi," terang Ipda Yusuf.

Selain itu, polisi juga berupaya memberikan pendampingan psikologis kepada siswa yang masih duduk di bangku kelas 9 SMP itu.

 Dalam hal ini, siswa SMP tersebut merupakan korban. "Kita upayakan pendampingan psikologis terhadap korban," pungkas Yusuf. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.