Masih Ada 28 Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta yang Dirawat Inap di Rumah Sakit, Dinkes DKI Ungkap Mayoritas Alami Barotrauma, Apa Itu?

AKURAT JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa masih ada 28 pasien dari 93 korban ledakan SMAN 72 Jakarta, yang masih dirawat di Rumah Sakit, hingga Sabtu sore (8/11/2025).
Seluruh korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, lanjut Ani, membutuhkan penanganan lebih lanjut.
28 pasien masih menjalani rawat inap, dan 65 pasien lain sudah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.
Baca Juga: Jangan Lupa! Hari Ini Ada Konser Gratis Yura Yunita di Lippo Mall Nusantara, Meriahkan EKSiS 2025
Ani menjelaskan, sebagian besar korban mengalami barotrauma, yakni cedera akibat tekanan udara tinggi dari ledakan yang menyebabkan nyeri telinga, gangguan pendengaran, atau telinga berdenging.
"Sebagian besar pasien mengalami keluhan pada area telinga karena efek gelombang kejut dari ledakan, dan saat ini seluruhnya telah mendapatkan terapi sesuai kebutuhan medis masing-masing," kata Ani dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (9/11).
Selain penanganan medis, Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi para korban dan keluarga agar mereka dapat pulih dari trauma.
Pendampingan dilakukan bekerja sama dengan psikolog dan tenaga kesehatan masyarakat dari berbagai rumah sakit serta puskesmas di Jakarta.
Dinkes juga membuka akses layanan "JakCare", platform konsultasi online untuk dukungan psikologis dan psikososial bagi korban pasca kejadian.
"Pendampingan ini penting agar para siswa dan keluarga bisa merasa aman, didengar, dan mendapat dukungan emosional yang berkelanjutan," kata Ani.
Diketahui, ledakan dahsyat di dekat Masjid SMAN 72 Kelapa Gading pada Jumat (7/11/2025) menyebabkan 93 korban luka-luka.
Korban terbanyak dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih. Jumlahnya 39 pasien, terdiri dari 13 pasien rawat inap dan 26 pasien rawat jalan.
Sementara RS Yarsi menangani 15 pasien, 14 di antaranya sempat dirawat inap. RS Pertamina Jaya menangani 7 pasien, dan 1 di antaranya masih dalam perawatan.
Selain di rumah sakit, terdapat 32 pasien yang ditangani di fasilitas layanan primer seperti Puskesmas Kelapa Gading serta Klinik Bina Kasih.
Seluruh pasien yang ditangani di Puskesmas saat ini telah selesai mendapat perawatan atau dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



