Super Flu Mengganas? Menkes Ungkap Fakta Mengejutkan Penyebab Pasien Meninggal Dunia di RSHS Bandung

AKURAT JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi terkait kasus kematian pasien yang terinfeksi 'Super Flu' atau Influenza A H3N2 subclade K di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Ia menegaskan bahwa penyebab utamanya bukan semata-mata infeksi virus, melainkan adanya penyakit penyerta atau komorbid yang berat.
"Jadi, contohnya misalnya, ada orang flu, kemudian ketabrak mobil, dia meninggal ketabrak mobil, ada flu. Ya, tapi meninggalnya karena dia ketabrak mobil sebenarnya, bukan karena flu-nya. Ini sama juga ya, yang di Bandung itu karena dia memang punya penyakit-penyakit lain yang bersangkutan," katanya saat Konferensi pers Senin (12/1)
Baca Juga: Super Flu H3N2 Masuk Indonesia, Anak-Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Adapun di RSHS Bandung sendiri telah masuk dalam laporan 62 kasus 'Super Flu' di Indonesia dan bukan merupakan temuan baru.
Pihak RSHS Bandung mencatat telah menangani 10 pasien dengan gejala serupa sejak Agustus hingga November 2025, dengan rentang usia yang bervariasi dari bayi 9 bulan hingga dewasa usia 60 tahun.
Berdasarkan hasil tinjauan medis, dari 10 kasus yang ditangani RSHS, terdapat dua pasien dengan kondisi berat yang memerlukan perawatan intensif, di mana satu di antaranya akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Marak Kasus Superflu, IDAI Ingatkan Balita Jadi Kelompok Paling Berisiko Tertular, Kenali Gejalanya
Tim dokter mengungkapkan bahwa pasien yang meninggal tersebut memiliki riwayat komorbid yang kompleks, mulai dari stroke, gagal jantung, infeksi, hingga gagal ginjal.
Oleh karena itu, pihak rumah sakit tidak dapat menyatakan bahwa kematian tersebut disebabkan langsung oleh virus Influenza A H3N2 karena banyaknya penyakit bawaan yang dialami pasien.
Meskipun sempat terjadi tren pemeriksaan pasien sejak Agustus, tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS memastikan bahwa temuan kasus tersebut sebenarnya sudah mengalami penurunan sejak November 2025. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





