Usai Mengakui Ada Praktik Bullying, Menkes Budi Gunadi Sadikin Heran Dirinya Dilaporkan Atas Dugaan Kasus Perundungan di PPDS Undip

AKURAT JAKARTA - Melalui pertemuan dengan Komisi IX MPR RI, Dekan Fakultas Kedokteran Undip akui ada praktik perundungan di lingkungan PPDS mereka.
Klarifikasi tersebut disampaikan melalui permintaan maaf dekan FK Undip, Yan Wisnu Prajoko atas kegaduhan yang terjadi di program spesialis.
Dalam klarifikasi yang digelar Jumat (13/9), Yan Wisnu juga mengakui adanya iuran diluar pendidikan di PPDS Undip sebesar Rp20-40 juta.
Namun, ditengah pengakuan pihak Undip tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin justru dilaporkan terkait dugaan menyebarkan berita palsu.
Ia mengaku heran mengapa dirinya dilaporkan sementara Undip mengakui adanya tindakan perundungan itu diinternal PPDS.
"Itu makannya ini jadi aneh. Tapi ya tidak apa-apa, kan sekarang Undip-nya sendiri sudah mengakui ada itu kejadiannya," kata Budi Gunadi melansir dari ANTARA.
Menurutnya, ia tak masalah jika dilaporkan oleh Undip lantaran sebelumnya yang bersangkutan telah melakukan pengakuan.
Budi kemudian secara terang-terangan mengatakan telah mengantongi keluhan dari para korban yang mengalami perundungan.
"Kita bukan hanya percaya diri, tetapi kita lakukan yang terbaik saja karena semua orang mengeluh sekali akan hal ini," ucapnya.
Menurut Budi Gunadi, kejadian perundungan ini bukan sekali dua kali terjadi.
Dimana Budi menyebut penyebab kematian mahasiswa/i PPDS diduga bersumber kuat dari perundungan.
Baca Juga: Dugaan Akun Kaskus Fufufafa Milik Gibran, Roy Suryo Sebut Yakin 99,9 Persen
"Dan ini bukan yang pertama meninggal, yang sebelumnya juga udah ada kan, cuma ditutupi. Jadi, udah saatnyalah kita berhentikan praktik-praktik seperti ini. Kasihan dokter-dokter muda kita," katanya lagi.
Adapun sebagai informasi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Komite Solidaritas Profesi, Kamis (12/9) lalu.
Menkes dilaporkan lantaran dianggap telah menyebarkan berita palsu terkait tindakan perundungan yang melibatkan mahasiswa PPDS Anestesi Undip.
Perwakilan Komite Solidaritas Profesi M. Nasser menyebut, laporan dilayangkan kepada Budi Sadikin yang telah membuat narasi bahwa dr. Aulia meninggal akibat bunuh diri. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







