Jakarta

Mantan Timses dan Orang Dekat Anies Baswedan Jadi Tersangka Korupsi Impor Gula, Siapa Dia? Berikut Profilnya

Sastra Yudha | 29 Oktober 2024, 23:09 WIB
Mantan Timses dan Orang Dekat Anies Baswedan Jadi Tersangka Korupsi Impor Gula, Siapa Dia? Berikut Profilnya

AKURAT JAKARTA - Salah satu co-captain Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) untuk Pilpres 2024 ditetapkan menjadi tersangka korupsi impor gula.

Mantan Timses dan orang dekat Anies itu adalah Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong.

Ia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi importasi gula oleh Penyidik Kejaksaam Agung (Kejagung).

Pria yang pernah menjabat Menteri Perdagangan di pemerintahan Jokowi ini, langsung ditahan usai jadi tersangka.

Baca Juga: Agus Ungkap Alasan Sebut Novi Kejam di Podcast Uya Kuya, Warganet: Semakin Gak Respect

Tom Lembong adalah bekas anak buah Presiden Jokowi Widodo (Jokowi). Namun, ia dikenal lebih dekat dengan Anies Baswedan.

Kedekatan Tom Lembong dengan Anies terjadi sejak sebelum Pilpres 2024, hingga saat ini.

Bahkan, Ketika Anies digadang-gadang akan maju Pilkada Jakarta, nama Tom Lembong selalu ada di belakangnya.

Tom Lembong juga disebut-sebut sebagai salah satu inisiator pendirian Partai Perubahan Indonesia, yang disebut sebagai partai besutan Anies Baswedan.

Pria kelahiran 4 Maret 1971 tersebut dikenal sebagai politikus, bankir dan ekonom yang cukup tenar di Indonesia.

Sejak kecil hingga usia 10 tahun, tersangka Tom Lembong sekolah dasar di Jerman dan kembali ke Indonesia untuk meneruskan pendidikan sekolah dasarnya dan lanjut SMP di Sekolah Regina Pacis.

Menginjak masa SMA, Tom Lembong lalu pindah me Boston, Massachusetts, Amerika Serikat dan kuliah di Universitas Harvard, lalu lulus kuliah S1 pada tahun 1994.

Baca Juga: Dilaporkan Polisi Hingga Dituduh Pemakai Narkoba, Pratiwi Noviyanth Lapang Dada dan Tetap Ingin Bantu Penyembuhan Agus

Setahun setelah lulus, Tom Lembong lalu bekerja pada Divisi Ekuitas Morgan Stanley di Singapura tahun 1995.

Selanjutnya, pada tahun 1999-2000, Tom Lembong bekerja jadi bankir investasi di Deutsche Securities Indonesia.

Kemudian pada tahun 2000-2002, Tom Lembong dipercaya untuk jadi Kepala Divisi sekaligus wakil presiden senior di Balao Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Selanjutnya, Tom Lembong memilih kerja di Farindo Investments dari 2002-2005. Karier Tom Lembong semakin moncer.

Pada tahun 2006 dia menjadi pendiri sekaligus direktur utama perusahaan asal Singapura bernama Quvat Management.

Pada tahun yang sama dia juga jadi Presiden Komisaris PT Graha Layar Prima Tbk dari tahun 2012 hingga 2014.

Pada tahun 2013, Tom Lembong akhirnya masuk ke pemerintahan dan menjabat jadi penasihat ekonomi Joko Widodo, sewaktu masih menjabat gubernur DKI Jakarta.

Tom Lembong terus melanjutkan jabatan di pemerintahan sejak Jokowi jadi gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI, sebagai penasihat ekonomi.

Baca Juga: Asyik, Wacana Madrasah Gratis di Jakarta Masuk Tahap Pembahasan

Selanjutnya, pada Agustus 2021, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan, menunjuk Tom Lembong jadi Ketua Dewan PT Jaya Ancol.

Dari sinilah disebut-sebut awal mula kedekatan Tom Lembong dengan Anies Baswedan. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.