Sadis, Ibu kandung Tega Rantai Anak di Leher Perkara Tak Hafal Surah Pendek

AKURAT JAKARTA - Tega, seorang ibu di Bengkong, Kota Batam Kepulauan Riau tega rantai anak kandung di leher sampai lemas perkara tak hafal surah pendek.
Kejadian ini terungkap usai sebuah video yang direkam oleh tetangga korban beredar di media sosial yang menunjukan korban dengan muka lebam terlihat lemas karena rantai yang menjerat lehernya.
Korban berinisial AS (12), yang juga merupakan siswi kelas 6 SD tersebut diduga mengalami sejumlah penyiksaan yang menyebabkan korban terluka dibagian leher, tangan hingga kaki korban.
Leher AS dirantai besi sementara kaki dan tangannya diikata dengan tali rafia agar korban tak melarikan diri.
Kronologi
Kanit Reskrim Polres Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan mengungkap awal mula peristiwa ibu rantai anak dapat terjadi.
Ia menuturkan bahwa pelaku alias Z yang merupakan ibu kandung korban meminta AS untuk menghafal surah pendek.
Pelaku lantas mengancam sang anak untuk tak berangkat ke sekolah apabila tidak segera menghafalnya.
Menurut keterangan, korban rupanya gagal memenuhi permintaan pelaku lantaran masih belum hafal.
Namun diam-diam, korban mengambil ponsel pelaku saat tertidur untuk mendengarkan lantunan ayat suci Al Quran yang disinyalir agar memudahkan korban untuk menghafalkannya.
Namun pelaku yang mengetahui ponselnya tak tersimpan di atas lemari, langsung menyiksa korban lantaran tak mengaku jika ponselnya disembunyikan oleh AS.
"Pelaku lalu tanya ponselnya ke korban. Tapi anaknya ini tidak mengaku pelaku kesal kemudian memukul korban menggunakan sapu dan menjerat leher korban dengan rantai lalu menggemboknya agar korban tidak kabur, pelaku juga mengikat kaki dan tangan korban menggunakan tali rafia," ujar Iptu Marihot.
Nasib Korban
Hingga saat dilakukan penangkapan pelaku, korban AS diamankan di Unit Reskrim Polsek Bengkong untuk kemudian ditampung di Shelter perlindungan anak serta mendapatkan pendampingan psikolog.
Korban mengaku trauma dan enggan pulang ke rumahnya.
"Kami akan memberikan pendampingan psikolog anak kepada korban dan menyerahkan korban ke shelter perlindungan anak kota Batam," tambahnya lagi.
Sementara itu, korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Kakak korban saat ini duduk dibangku 2 SMA dan sang adik masih berusia 4 tahun. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 3Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


