Jakarta

Ahmed Zaki Iskandar: Masyarakat Jangan Alergi Politik, Harga Beras Pun Ditentukan Keputusan Politik

Laode Akbar | 12 Februari 2026, 08:19 WIB
Ahmed Zaki Iskandar: Masyarakat Jangan Alergi Politik, Harga Beras Pun Ditentukan Keputusan Politik

AKURAT JAKARTA - Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, mengajak masyarakat untuk semakin memahami politik.

Menurutnya, kehidupan sehari-hari warga—termasuk urusan harga pangan—tak lepas dari keputusan politik yang dibuat para pemangku kebijakan.

Hal ini disampaikan Zaki dalam perayaan Natal DPD Golkar DKI Jakarta di Aula Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Ketua DPD Golkar DKI Zaki Iskandar Ingatkan Pentingnya Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh alergi terhadap politik, sebab seluruh aspek kehidupan pada dasarnya ditentukan oleh proses politik.

"Sering orang bilang politik itu kotor. Iya, kalau diisinya oleh orang-orang kotor. Apalagi yang berhati kotor," ujar Zaki.

Zaki mengatakan, pendidikan politik menjadi penting agar masyarakat mampu melihat, menilai, dan mengawasi kebijakan pemerintah dengan lebih objektif.

Baca Juga: Jelang Bulan Ramadan 1447 H, Ketua DPD Golkar DKI Ahmed Zaki Ajak Masyarakat Bersihkan Hati dari Fitnah dan Hoaks

Ia mencontohkan bahwa kebijakan yang tampak sederhana seperti harga beras, juga bergantung pada keputusan politik di tingkat pemerintah.

"Mulai dari keputusan sosial sampai ekonomi—harga beras pun ditentukan oleh keputusan politik," tegasnya.

Menurut Zaki, masyarakat berhak memberikan kritik maupun masukan atas penyelenggaraan pemerintahan. Ia berharap Partai Golkar dapat menjadi ruang untuk menyalurkan aspirasi tersebut.

"Mudah-mudahan dengan adanya Partai Golkar, masyarakat bisa merasa ada jembatan untuk menyampaikan aspirasi, masukan, bahkan kritik," ujarnya.

Zaki juga mengingatkan bahwa keputusan politik yang salah dapat berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya kehadiran warga dalam proses pengawasan.

"Kalau politik tidak diisi orang yang jernih pikiran dan hatinya, keputusan-keputusan itu bisa mempengaruhi seluruh sendi kehidupan bernegara," tambahnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
L