Pak Kholid, Nelayan Banten yang Lagi Viral: Sempat Tenang di Masa Gubernur Anies, Tersiksa Lagi dengan Pagar Laut Tangerang

AKURAT JAKARTA - Nama Pak Kholid kini lagi viral. Nelayan cerdas dan pemberani saat berdebat tentang pagar laut Tangerang sepanjang 30 km, ini mengaku sudah menderita sejak tahun 2005.
Pak Kholid mengaku sempat merasakan ketenangan setelah Gubernur DKI Jakarta berganti dari Ahok ke Anies Baswedan.
Dikutip dari Youtube podcast Abraham Samad, Pak Kholid menceritakan bagaimana dirinya bersama rekan-rekan nelayan, pernah memperjuangkan supaya penambangan pasir laut di wilayah pesisir Banten dibatalkan.
Dikatakan Pak Kholid, pada tahun 2005 ramai kasus penambangan pasir laut untuk reklamasi di Teluk Jakarta, yang kemudian dibangun Kawasan Pantai Indah Kapuk atau PIK 1.
"Saya merasa dijajah sejak tahun 2005, yaitu kasus penambangan pasir laut. Penambangan pasir laut itu di wilayah pesisir Banten yang materialnya dibawa ke reklamasi Teluk Jakarta," katanya.
"Itu yang sekarang (jadi) PIK 1. Saya sudah menderita sejak itu (PIK 1) dibangun," kata Pak Kholid dalam siniar Abraham Samad bertajuk SPEAK UP yang tayang pada Sabtu (18/1/2025).
Bahkan, Pak Kholid dan rekan-rekan sesama nelayan, sempat mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Pada tahun 2016, gugatan Kholid dan kawan-kawan dikabulkan oleh PTUN. Bersamaan dengan itu, terjadi pergantian kepemimpinan DKI Jakarta dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Anies Baswedan.
Di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, Pak Kholid dan rekan-rekan nelayan mengaku hidup lebih tenang. Mereka bisa kembali mencari ikan tanpa terganggu leh kegiatan korporasi.
"PIK sempat berhenti di tahun 2016. Alhamdulillah (gugatan nelayan) menang. Itu juga karena pergantian Gubernur Jakarta, dari Ahok ke Anies. Dari situ, hidup kita agak tenang, tuh! Saya bisa nangkap ikan lagi," ungkap Kholid.
Namun belakangan, ruang gerak Kholid dan nelayan lainnya kembali terganggu setelah munculnya pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang.
"Kok ruang lingkup saya mencari ikan dibatasi. Jadi ketika saya mau menjaring ke wilayah Tangerang, di Tangerang banyak pagar," kata Kholid.
Pak Kholid menegaskan, pagar laut itu bukan dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Dilihat dari struktur pagarnya saja, kata Kholid, tidak mungkin dilakukan oleh pihak tak berduir.
"Kalau ngeliat bangunan pagar itu, itu tidak mungkin dilakukan oleh orang tidak punya duit. Nggak mungkin (warga lokal yang membuat). Jika ada orang yang percaya, saya pikir harus dibawa ke psikiater. Pasti bohong," tegasnya.
Pak Kholid mengaku, sudah mengetahui sejak lama terkait pagar laut tersebut. Namun saat itu belum dikotak-kotak.
Dia juga pernah berbicara dengan pekerja yang diminta memasang pagar dari bambu tersebut.
Pekerja ini mengaku diperintah oleh sebuah korporasi yang cukup ternama di Jakarta, dengan upah Rp 100.000 per hari.
Kholid membantah pagar laut ini sengaja dibuat nelayan untuk mengatasi abrasi. Itu tak masuk akal. Karena untuk membuat pagar laut sepanjang 30,16 kilometer membutuhkan dana puluhan miliar rupiah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








