Jakarta

Profil Kepala BNN Komjen Marthinus Hukom: Spesialis Gembong Teroris Kini Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Narkoba Jenis Sabu, Terbesar Sepanjang Sejarah!

Sastra Yudha | 26 Mei 2025, 15:11 WIB
Profil Kepala BNN Komjen Marthinus Hukom: Spesialis Gembong Teroris Kini Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Narkoba Jenis Sabu, Terbesar Sepanjang Sejarah!

AKURAT JAKARTA - Nama Komjen Marthinus Hukom kini sedang jadi sorotan publik. Bukan karena terlibat kasus. Tapi karena prestasinya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

BNN bersama TNI AL dan Bea Cukai baru saja berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba jenis sabu seberat 2 ton di Perairan Karimun, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala BNN, Komjen Marthinus Hukom, turun langsung dalam pembongkaran 2 ton sabu-sabu yang dikemas dalam 40 kardus besar dan disembunyikan di lambung kapal MT Sea Dragon Tarawa, di Dermaga Bea Cukai, Tanjung Uncang, Batam, pada Rabu (21/5/2025) malam.

Baca Juga: Ini Hasil Drawing Piala Dunia U-17 Tahun 2025 di Qatar, Manajer Timnas Zaki Iskandar Tetap Optimis: Mohon Do’anya!

Ini adalah penangkapan Narkoba jenis sabu terbesar sepanjang sejarah. Jika dirupiahkan, harga Sabu tersebut senilai lebih dari Rp 5 triliun.

Komjen Marthinus Hukom adalah salah satu polisi berprestasi yang dimiliki Indonesia pada saat ini.

Sebelum menjabat Kepala BNN, Marthinus merupakan Kepala Densus 88 Anti Teror. Sudah banyak prestasi yang ditorehkan. Terutama dalam hal pemberantasan terorisme.

Marthinus Hukom pun dikenal sebagai spesialis gembong teroris. Ia terlibat dalam penangkapan gembong teroris seperti Amrozi, Imam Samudera, Ali Imron, Dr. Azhari, hingga Noordin M Top.

Marthinus bersama timnya pernah melakukan operasi penangkapan Ali Imron, teroris pelaku pengeboman Bali 2002.

Ali Imron ditangkap di Pulau Berukang, Samarinda, Kalimantan Timur, pada 13 Januari 2003.

Selain itu, ia juga pernah menangkap teroris Imam Samudra alias Abdul Aziz yang merupakan dalang dari aksi Bom Malam Natal 2000 dan Bom Bali 2002.

Baca Juga: Resep Dimsum Ayam Mentai Murah, Cocok Untuk Ide Jualan

Penangkapan Imam Samudra dilakukan Mathinus bersama timnya di Pelabuhan Merak, Banten, pada November 2002.

Selanjutnya, Marthinus juga berhasil menangkap Dr. Azhari, otak pengeboman di sejumlah tempat di Indonesia. Warga Malaysia ini ditangkap di wilayah Demak, Jawa Tengah, pada November 2005.

Tak sampai di sini. Marthinus Hukom berhasil membuktikan kehebatannya selama penangkapan teroris Noordin M Top, tahun 2009.

Noordin M Top merupakan pelaku aksi teror bom yang terjadi di Mega Kuningan, Jakarta.

Bersama dengan tim, Marthinus berhasil melacak keberadaan Noordin di sebuah rumah kontrakan yang ditempati Bagus Budi Pranoto, pelaku pengeboman kedubes Australia, tahun 2003. 

Marthinus bersama tim Densus 88 menggerebek Noordin M Top pada tanggal 16 September 2009. Terjadi kontak tembak antara Densus 88 dengan empat teroris, termasuk Noordin M Top.

Noordin M Top yang menjadi target utama dalam penggerebekan tersebut, tewas dalam adu tembak dengan petugas.

Selain di dalam negeri, Marthinus juga pernah mendapat penghargaan dari luar negeri. Ia mendapat Medali De'Merito dari Presiden Timor Leste atas keberhasilannya mengungkapkan plot pembunuhan Presiden Timor Leste pada tahun 2011.

Baca Juga: 397 Pecatur Ikut Bupati Tangerang Cup 2025, Maesyal Rasyid: Bukan Hanya Pembinaan Olahraga, Tapi Mengatasi Masalah Sosial dari Judol hingga Premanisme

Profil Komjen Marthinus Hukom

Marthinus Hukom lahir di Ameth, Maluku Tengah, Maluku, pada 30 Januari 1969. Setelah lulus Akpol 1991, dia menduduki posisi Pama Polda Jabar dan Pama Polres Purwakarta di tahun 1992.

Selain lulus Akpol, Marthinus juga menyelesaikan pendidikan dari beberapa instansi seperti PTIK (2001), Sespimpol (2005), Lemhannas RI PPRA LIV (2016), dan Kajian Strategi Intelijen Pascasarjana UI (2018).

Marthinus juga menyelesaikan pendidikan di luar negeri yakni Intelligence Analyst Course, Filipina (2008), dan Major Case Management Course, Filipina (2008).

Di tahun 2001, Marthinus dipercaya mengisi posisi Kasat Gaops A Pukodalops Polda Metro Jaya. Dari situlah dia mulai menduduki sejumlah jabatan penting di Polda Metro Jaya.

Marthinus bertugas sebagai Kasiaga I Bagdalops Polda Metro Jaya (2001), Kanit Resmob Dit Serse Polda Metro Jaya Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2002).

Kemudian, Kanit Subditranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2002), Kanit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2003), hingga Pamen Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2005).

Pada tahun 2006, Marthinus ditugaskan menjadi Penyidik Madya Unit V Dit I/Kam dan Trannas Bareskrim. Setelah itu, dia aktif menduduki jabatan di Densus 88 Anti Teror Polri.

Baca Juga: Pernah Lama Mendominasi Pasar Indonesia, Isuzu Panther 2025 si Raja Diesel yang Siap Kembali Kuasai Tahta

Marthinus menjabat Dirintelijen Densus 88 (2010), Wakadensus 88 AT (2015), Wakadensus 88 (2018), hingga diangkat menjadi Kepala Densus 88 tahun 2020.

Sejak 8 Desember 2023, Marthinus Hukom diangkat Presiden Jokowi menjadi Kepala BNN. Pangkatnya pun naik menjadi jenderal bintang 3 atau Komjen Polisi.

Marthinus merupakan teman satu angkatan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Keduanya sama-sama lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.

Selain Kapolri, Marthinus juga satu angkatan dengan Komjen Pol Fadil Imran yang menjabat Kabaharkam, Komjen Pol Wahyu Widada yang menjabat Kabareskrim, serta Komjen Pol Syahar Diantono yang menjabat Kabaintelkam. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.