Biadab! Israel dan Amerika Rudal Sekolah SD Putri Iran, 108 Orang Tewas dan Lebih 60 Lainnya Luka-luka

AKURAT JAKARTA - Sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, dilaporkan hancur akibat serangan udara Israel dan Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan terbaru dari Tasnim News Agency, jumlah korban tewas dalam insiden mematikan ini telah melonjak menjadi 108 orang.
Selain korban jiwa, sebanyak 60 orang lainnya dikonfirmasi mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif.
Baca Juga: BI Pastikan Tidak Ada Penukaran Uang Baru Periode Ketiga, Masyarakat Diimbau Ke Bank Umum
Situasi di lokasi kejadian dilaporkan masih sangat genting. Puluhan orang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan sekolah yang luluh lantak.
Tim penyelamat dan otoritas setempat hingga kini terus berjibaku melakukan operasi evakuasi di tengah puing-puing bangunan guna mencari korban yang mungkin masih selamat.
Media pemerintah Iran secara tegas mengaitkan serangan ini dengan aksi militer Israel dan Amerika Serikat.
Serangan terhadap fasilitas pendidikan sipil ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan tersebut.
Menanggapi insiden ini, jurnalis Al Jazeera, Mohammed Vall, menyoroti dampak politik dan hukum dari serangan terhadap fasilitas sipil.
Menurutnya, jatuhnya korban dari kalangan rakyat biasa berpotensi merusak narasi kampanye militer AS dan Israel.
"Presiden Trump sebelumnya menjanjikan bantuan bagi rakyat Iran. Namun, adanya korban sipil dalam skala besar ini akan digunakan pemerintah Iran sebagai bukti pelanggaran hukum internasional dan agresi nyata terhadap warga sipil," ujar Vall.
Insiden di Minab ini dikhawatirkan akan memicu reaksi keras dari dunia internasional, mengingat fasilitas yang menjadi sasaran adalah lembaga pendidikan anak-anak yang dilindungi dalam hukum perang.
Iran Siapkan Serangan Balasan yang Mematikan
Pemerintah Iran menegaskan bakal memberikan "respons tegas" setelah wilayahnya digempur serangan besar-besaran oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Pihak Teheran memperingatkan bahwa tidak ada lagi "garis merah" dalam upaya pembalasan mereka, yang menandakan potensi perang terbuka di kawasan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa militer Republik Islam tidak akan tinggal diam atas agresi ini.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan merespons dengan tegas para agresor," tulis pernyataan tersebut sebagaimana dilansir dari AFP.
Padahal, menurut Teheran, pihaknya telah mengupayakan jalur diplomasi untuk mencegah pecahnya perang, terutama saat negosiasi program nuklir dengan Washington kembali menunjukkan progres belakangan ini.
"Sama seperti kami siap bernegosiasi, kami sekarang lebih siap dari sebelumnya untuk membela bangsa Iran," tegas Kemlu Iran.
Ketegangan semakin memuncak setelah seorang pejabat senior Iran memberikan peringatan keras melalui Al Jazeera dan The Guardian.
Ia menyebut bahwa seluruh aset militer AS dan Israel kini berada dalam jangkauan target sah.
"Respons kami akan terang-terangan, dan tidak ada garis merah. Semua aset dan kepentingan Amerika serta Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah," ungkap pejabat tersebut.
Dampak dari serangan balasan awal sudah mulai dirasakan. Angkatan Bersenjata Israel (IDF) mengonfirmasi deteksi rentetan rudal yang diluncurkan dari Iran.
Sirene peringatan serangan udara dilaporkan meraung di berbagai wilayah Israel, memaksa aktivasi sistem pertahanan udara.
Ledakan hebat dilaporkan mengguncang Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Kuwait, tempat pangkalan militer Amerika.
Laporan kantor berita Fars menyebutkan Garda Revolusi Iran (IRGC) secara khusus menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di keempat negara Teluk tersebut.
Baca Juga: Kapan Lebaran 2026? Ini Jadwal Lengkap Libur Nasional, Cuti Bersama hingga WFA
Situasi di Timur Tengah kini berada dalam kondisi siaga satu, di mana komunitas internasional mengkhawatirkan terjadinya konflik regional yang lebih luas. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






