Viral! Susu Sekolah MBG Dijual di Minimarket, Padahal Ada Tulisan: TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN, Kepala Badan Gizi Nasional Buka Suara

AKURAT JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam netizen di media sosial.
Kali ini, bukan soal menu makanannya, melainkan beredarnya produk 'Susu Sekolah' berlabel gratis yang justru ditemukan dijual bebas di sejumlah minimarket.
Fenomena ini mencuat setelah unggahan seorang pengguna media sosial di platform Threads viral. Ia mengaku terkejut menemukan susu ukuran 125 ml dengan label "Susu Gratis Program MBG" terpajang di rak dagangan, lengkap dengan label harga.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Gudang Elpiji SPBE Cimuning Bekasi: 19 Rumah Hangus dan 7 Orang Luka-Luka
Padahal, pada kemasan produk tersebut tertulis dengan sangat jelas: "SUSU GRATIS PROGRAM MBG,TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN".
Dijual dengan Harga Rp 4.000 per Kemasan
Berdasarkan pantauan netizen, susu yang seharusnya menjadi bagian dari menu gizi anak sekolah tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp 4.000 per kemasan, atau sekitar Rp 138.000 per dus.
"Agak kaget, syok nemu ini. Padahal tertera tulisan Susu Gratis Program MBG, Tidak Untuk Diperjualbelikan, tapi kok bisa ada di minimarket," tulis salah satu netizen dalam unggahannya yang memicu gelombang respons serupa dari warganet lainnya.
Respons Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
Menanggapi kegaduhan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait temuan tersebut. Namun, hingga saat ini BGN belum melakukan pemeriksaan lebih mendalam ke lapangan.
Prof. Dadan juga memberikan klarifikasi tegas mengenai status produksi susu tersebut. Ia menyebut bahwa BGN tidak pernah menjalin kontrak khusus dengan produsen mana pun untuk membuat susu berlabel spesifik tersebut.
"BGN tidak memiliki komitmen dengan produsen mana pun terkait produksi susu khusus sekolah," tegas Prof. Dadan saat dikonfirmasi.
Spekulasi Kebocoran Stok
Beredarnya produk ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Salah satu dugaan yang muncul adalah adanya oknum pengelola dapur MBG yang memiliki usaha ritel pribadi.
Diduga, sisa stok yang seharusnya dibagikan secara gratis justru dialihkan untuk keuntungan komersial.
Baca Juga: Mengenal Varian Baru Covid-19 Cicada, Mutasi Tinggi namun Risiko Dinilai Rendah
Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai langkah hukum atau investigasi teknis untuk mengusut bagaimana produk berlabel khusus tersebut bisa masuk ke jalur distribusi minimarket. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




